Ilustrasi. Foto: Dok MI
BRI Bagi Dividen Final Rp31,47 Triliun, Kapan Jadwalnya?
Eko Nordiansyah • 14 April 2026 14:00
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyetujui pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 sebesar Rp52,1 triliun. Pembagian dividen ini dilakukan secara bertahap yaitu dividen interim dan dividen final.
RUPST BRI 2026 dilakukan di Menara BRILiaN Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026. Dalam rapat tersebut dihadiri langsung oleh Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Komisaris Utama BRI Parman Nataatmadja, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Jadwal pembayaran dividen
Dalam rilis pengumuman risalah RUPST 2026 BRI, tercantum dividen interim sebesar Rp20,63 triliun yang sudah dibayar pada 15 Januari 2026, sementara dividen final sebesar Rp31,47 atau setara Rp209 per lembar dilakukan pembayaran pada 8 Mei 2026..jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa adanya dukungan kinerja keuangan yang kuat serta pengelolaan risiko yang tetap terjaga, Keputusan pembagian dividen final ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan imbalan yang optimal kepada para pemegang saham.
"Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional," ujar Hery.
Selain itu, Hery melanjutkan pembagian dividen tersebut mencerminkan kinerja BRI yang diwujudkan secara nyata dalam mendukung pembangunan nasional, dengan peran yang kuat dan berkelanjutan terhadap fundamental bisnis perseroan.
"Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan," lanjut dia. (Adrian Bachtiar)