Foto arsip Presiden AS Donald Trump. (EFE/Jim Lo Scalzo)
Trump Klaim Iran Setuju Hentikan Dukungan untuk Hamas dan Hizbullah
Riza Aslam Khaeron • 18 April 2026 11:39
Washington D.C: Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran telah "setuju dengan semua syarat" dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Kesepakatan tersebut mencakup persetujuan Teheran untuk menghentikan dukungannya terhadap kelompok proksinya seperti Hizbullah dan Hamas.
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan CBS News. Melansir laporan CBS pada Jumat, 17 April 2026, Trump menyatakan Iran juga akan bekerja sama dengan AS untuk memindahkan simpanan uranium yang diperkaya keluar dari negaranya. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan melibatkan pengerahan pasukan darat AS.
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan CBS News. Melansir laporan CBS pada Jumat, 17 April 2026, Trump menyatakan Iran juga akan bekerja sama dengan AS untuk memindahkan simpanan uranium yang diperkaya keluar dari negaranya. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan melibatkan pengerahan pasukan darat AS.
Namun, ketika dikonfirmasi mengenai siapa yang akan mengambil material tersebut, ia hanya menjawab "orang-orang kami."

Pendukung Hizbullah membawa bendera Hizbullah, Lebanon, pada 13 Februari 2025. Foto: EPA-EFE/WAEL HAMZEH
"Tidak. Tidak ada pasukan," kata Trump.
"Kami akan turun dan mengambilnya bersama mereka, and kemudian kami akan membawanya. Kami akan mengambilnya bersama karena pada saat itu, kami akan mengadakan kesepakatan dan tidak perlu bertikai ketika ada kesepakatan. Bagus, bukan? Itu lebih baik. Kami akan melakukannya dengan cara lain jika kami harus melakukannya," tambahnya.
Presiden menyatakan bahwa material nuklir tersebut nantinya akan dibawa ke AS. "Orang-orang kami, bersama dengan Iran, akan bekerja sama untuk mengambilnya. Dan kemudian kami akan membawanya ke Amerika Serikat," ujarnya.
| Baca Juga: Trump Sebut Iran Sudah Buka Sepenuhnya Selat Hormuz |
Bantahan dari Iran

Pasukan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas. (EPA-EFE / REX)
Namun, klaim sepihak mengenai pengambilan uranium ini segera dibantah keras oleh pihak Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, menuduh Presiden AS Donald Trump telah menyebarkan kebohongan.
Dalam unggahan di akun X/Twitter resminya pada Sabtu dini hari, Ghalibaf menyebut bahwa pernyataan Trump tersebut tidak berdasar. "Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya adalah kebohongan," tulis Ghalibaf.
"Mereka tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan mereka juga dipastikan tidak akan mencapai apa pun dalam negosiasi," tambahnya.
Namun pihak Iran belum menanggapi terkait klaim Trump tentang penghentian dukungan untuk Hamas dan Hizbullah secara spesifik ketika berita ini disusun. Ketika ditanya mengenai waktu pengumuman resmi kesepakatan tersebut, Trump menyebutkan bahwa kedua belah pihak akan bertemu pada akhir pekan ini dan AS akan tetap mempertahankan blokadenya "sampai kita menyelesaikannya."
Meskipun laporan dari Axios menyebutkan bahwa pemerintahan Trump tengah mendiskusikan kemungkinan pencairan aset Iran senilai 20 miliar dolar yang dibekukan sebagai imbalan atas stok nuklirnya, sang presiden membantah keras kabar tersebut: "Tidak, kami tidak membayar sepuluh sen pun."
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com