1,4 Juta Wisatawan Asing Kunjungi Bali di Triwulan I 2026

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan bahas kunjungan wisman Januari-Maret 2026 di Denpasar, Selasa 5/5/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

1,4 Juta Wisatawan Asing Kunjungi Bali di Triwulan I 2026

Whisnu Mardiansyah • 5 May 2026 15:55

Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat sebanyak 1,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Bali selama triwulan pertama 2026 periode Januari-Maret.

"Kunjungan secara kumulatif dari Januari sampai dengan Maret, jumlah wisman yang datang langsung ke Bali telah mencapai 1,4 juta lebih, atau tepatnya 1.466.546 kunjungan," kata Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Denpasar, Selasa, 5 Mei 2026.

Agus Gede menyampaikan bahwa jumlah tersebut berarti terjadi kenaikan antara triwulan pertama 2026 dibandingkan dengan triwulan pertama 2025 yang saat itu mencatatkan 1.451.445 kunjungan wisman.

"Jadi, dibanding Januari-Maret 2025, jumlah kunjungan di Januari-Maret 2026 masih tercatat meningkat 1,04 persen," ucapnya.

Australia Dominasi, Tiongkok Melonjak 20 Persen

Dilihat dari kebangsaannya, BPS Bali menemukan selama tiga bulan pertama 2026, wisman Australia mendominasi dengan 354.079 kunjungan, atau meningkat 5,76 persen dibanding Januari-Maret 2025.

Kebangsaan lainnya yang mencatat peningkatan adalah Tiongkok, yakni naik 20,22 persen dengan jumlah kunjungan mencapai 157.242. Sementara itu, India mengalami penurunan tipis 0,25 persen dengan 116.943 kunjungan. Korea Selatan turun 13,32 persen dengan 68.873 kunjungan, dan Inggris juga menurun 4,76 persen dengan 63.364 kunjungan.
 


Meskipun kondisi Januari-Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan tren positif, Agus Gede mengungkapkan bahwa kunjungan wisman secara bulan ke bulan justru mengalami penurunan.

Selama Maret 2026, jumlah kedatangan wisman langsung ke Bali tercatat sebanyak 472.070 kunjungan, atau turun 4,11 persen dibandingkan Februari.

"Ada sedikit perbedaan pola selama tiga tahun terakhir ini. Kalau di 2024, dari Januari ke Februari ke Maret cenderung terus mengalami peningkatan. Di 2025 berfluktuasi, dari Januari kemudian di Februari turun, lalu di Maret kembali meningkat. Justru di tahun 2026 ini, kecenderungannya menurun dari Januari ke Februari ke Maret," ujar Agus Gede.

BPS Bali melihat ada beberapa peristiwa pada Maret 2026 yang berkaitan dengan kunjungan pariwisata, seperti libur hari raya dan pembatalan penerbangan akibat konflik di Timur Tengah. Namun, pada bulan tersebut terdapat kapal pesiar mewah yang bersandar di Pelabuhan Benoa, yang ikut mendongkrak kunjungan wisman.


Desa Penglipuran, Bali. (MI/Ramdani)

Rincian Kunjungan Maret 2026, Australia Masih Dominan

Selama bulan Maret 2026 saja, BPS Bali memotret bahwa wisman terbanyak yang datang ke Bali berasal dari Australia, dengan 119.777 kunjungan atau meningkat 20,35 persen dibandingkan Februari. Disusul India dengan 42.460 kunjungan atau meningkat 14,35 persen.

"Kemudian dari Tiongkok 32.497 kunjungan, ini yang menurun 58,79 persen. Penurunannya cukup tinggi, mungkin karena bulan Februari ada perayaan Imlek sehingga kedatangan wisman Tiongkok relatif tinggi, dan kemudian kembali normal di bulan Maret," kata dia.

Selanjutnya, wisman Inggris meningkat 25,32 persen dengan jumlah 24.206 kunjungan, dan Amerika Serikat meningkat 37,05 persen dengan 23.003 kunjungan.

"Jadi proporsinya, dari Australia itu sangat mendominasi, 25,37 persen atau seperempat lebih wisman yang datang ke Bali itu dari Australia untuk bulan Maret yang lalu," tutur Agus Gede.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)