Calon Haji Asal Sumut Diimbau Hindari Wisata Kota Sebelum Puncak Haji

Sejumlah calon haji Kloter 14 Embarkasi Medan ketika proses pemberangkatan diperiksa oleh petugas di Asrama Haji Medan, Kamis, 7 Mei 2026. ANTARA/Muhammad Said

Calon Haji Asal Sumut Diimbau Hindari Wisata Kota Sebelum Puncak Haji

Silvana Febiari • 8 May 2026 06:57

Medan: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengimbau calon jemaah haji asal Sumatra Utara menghindari wisata kota sebelum puncak haji tahun ini. Imbauan tersebut disampaikan agar jemaah lebih fokus menjalankan ibadah.

"Saya mengingatkan calon jemaah haji agar fokus ibadah, terutama wajib haji," ucap Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus setelah melepas keberangkatan sebanyak 355 calon haji Kloter 14 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, dilansir dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026. 

Pihaknya juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di wilayah Sumatra Utara untuk menghindari kegiatan "city tour" (wisata kota) hingga puncak haji.
 


Dua bus yang membawa calon jemaah haji Indonesia asal Jawa Timur dan Jawa Barat dilaporkan mengalami kecelakaan di Jabal Magnet sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Madinah, Selasa, 28 Aril 2026.

Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 itu. Namun, sebanyak 10 calon haji mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut.

"KBIHU kita minta jangan banyak melakukan wisata kota. Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang membawa jemaah, padahal ibadah haji belum dilaksanakan," tegas Zulkifli.


Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.


Selain itu, lanjut dia, Kementerian Haji dan Umrah telah melarang calon haji Indonesia melakukan city tour sebelum puncak haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina. 

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran bernomor S-88/BN/2026, ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi se-Indonesia.

City tour itu berpotensi menyebabkan kelelahan. Sementara kegiatan tersebut tidak termasuk dalam rukun maupun wajib haji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)