Menjaga Prestasi dan Disiplin, Cerita Felicity Vanya Lolos Jadi Paskibraka Jakarta 2026

Felicity Vanya Permana Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi DKI Jakarta. Istimewa

Menjaga Prestasi dan Disiplin, Cerita Felicity Vanya Lolos Jadi Paskibraka Jakarta 2026

Whisnu Mardiansyah • 21 August 2026 15:15

Jakarta: Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi DKI Jakarta menjadi pengalaman penting bagi Felicity Vanya Permana. Siswi Penabur Intercultural Junior College Kelapa Gading itu terpilih setelah melewati rangkaian seleksi sejak Januari 2026.

Felicity menjadi salah satu dari 45 siswa jenjang SLTA yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Provinsi DKI Jakarta untuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Proses seleksi berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat kota hingga provinsi. Calon peserta harus melewati seleksi administrasi, wawasan kebangsaan, inteligensia umum, kesamaptaan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), minat dan bakat, serta wawancara.

Seleksi wawasan kebangsaan digunakan untuk mengukur pemahaman peserta mengenai Pancasila dan Indonesia. Sementara itu, seleksi inteligensia umum mencakup kemampuan logika, analisis, dan intelektual.

Peserta juga menjalani tes kesamaptaan yang meliputi sejumlah kemampuan fisik, seperti lari, sit-up, dan push-up. Kemampuan PBB serta potensi dan keterampilan khusus peserta turut dinilai dalam rangkaian seleksi.

“Seleksi tingkat kota dan tingkat provinsi tidaklah jauh berbeda. Untuk tingkat provinsi yang berbeda hanyalah seleksi kepribadian dan seleksi pemantauan akhir, dimana panitia melihat hasil penilaian sebelumnya serta mencocokkan langsung dengan kondisi yang ada saat itu,” ujar Felicity dalam keterangannya, Jumat, 20 Agustus 2026.
 


Persiapan mengikuti seleksi Paskibraka dilakukan Felicity bersamaan dengan aktivitas sekolah. Ia mengaku mendapat dukungan dari sekolah, termasuk melalui latihan tambahan untuk menghadapi sejumlah tahapan seleksi.

“Sekolah memfasilitasi dengan memberikan latihan tambahan untuk seleksi fisik dan seleksi minat bakat. Sekolah memberikan waktu, tempat, pelatih bahkan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya untuk seleksi minat bakat,” tutur Felicity.

Dari seluruh rangkaian seleksi, tes fisik menjadi salah satu tantangan yang dirasakan paling berat. Peserta dituntut mampu memenuhi standar kebugaran yang telah ditentukan.

“Tahapan yang paling sulit selama masa persiapan menurut saya adalah tes fisik dimana calon Paskibraka diminta dapat berlari mengitari 5-7 kali putaran lapangan standar dalam waktu 12 menit. Untuk dapat menaklukkannya, saya melakukan latihan rutin secara mandiri di gym maupun lewat pendampingan pelatih Paskibraka di sekolah.” ungkap Felicity.

Persiapan tersebut dilakukan setelah kegiatan belajar di sekolah selesai. Felicity tetap berusaha memenuhi kewajibannya sebagai pelajar dengan mengejar materi dan tugas yang tertinggal saat mengikuti latihan.

“Persiapan untuk proses seleksi dilakukan sore hari setelah pulang sekolah. Supaya tidak ketinggalan pelajaran saya kerap kali meminta catatan materi, informasi tugas, dan lainnya pada teman sekelas. Jadi, sebisa mungkin saya mengejar ketertinggalan di kelas,” ujar Felicity.


Presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih atas kerja keras para petugas Upacara HUT ke-81 RI. Foto: Instagram @prabowo.


Jalani Empat Tahapan Setelah Terpilih

Setelah lolos seleksi Paskibraka Provinsi DKI Jakarta, Felicity masih harus mengikuti sejumlah tahapan persiapan sebelum bertugas dalam upacara kemerdekaan. Tahapan tersebut meliputi Latihan Dasar Calon Paskibraka, Orientasi Kepaskibrakaan, Latihan Pra Pengibaran, serta training center dan karantina.

Pada Latihan Dasar Calon Paskibraka, para senior mengamati potensi setiap peserta untuk menentukan posisi yang sesuai. Setelah itu, peserta mengikuti Orientasi Kepaskibrakaan selama tiga hari dua malam.

“Tahapan orientasi ini yang paling berat bagi saya,” ungkap Felicity.

Tahap berikutnya berupa Latihan Pra Pengibaran. Latihan pengibaran bendera dilakukan setiap hari di kawasan Monumen Nasional (Monas). Felicity mendapat kesempatan menjadi calon pemegang baki sehingga harus menjalani latihan tambahan. Tahapan terakhir berupa training center dan karantina.

“Saya menerima kesempatan menjadi calon pemegang baki, maka dari itu saya mendapatkan latihan ekstra. Lanjut pada tahapan akhir adalah training center dan karantina, bagi saya ini tahapan yang seru karena saya dan teman-teman berlatih pengibaran sekaligus pengukuhan,” lanjut Felicity.


Mulai Menekuni Paskibraka Sejak Kelas 7

Ketertarikan Felicity terhadap kegiatan Paskibraka sudah muncul sejak duduk di kelas 7. Saat itu, ia menjadi anggota tim kecil untuk pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Ketertarikannya semakin berkembang ketika Paskibraka masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah saat ia duduk di kelas 9.

“Awalnya ketika kelas 7, saya menjadi salah satu anggota dari tim kecil untuk upacara bendera sekolah. Lalu, saat kelas 9, Paskibraka mulai masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, sehingga saya jadi semakin rajin latihan,” cerita Felicity.

Menurut Felicity, kekompakan menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan Paskibraka. Ia menilai kerja sama tim dapat terbangun ketika setiap anggota bersedia menerima arahan dari pelatih maupun senior. Pengalaman mengikuti Paskibraka juga memberikan sejumlah pelajaran bagi Felicity, terutama terkait kedisiplinan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelajaran berharga dari Paskibraka berhasil membentuk saya menjadi pribadi yang tahu sopan santun, murah hati, senang berpakaian rapi, tertib, disiplin, percaya diri, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” ucap Felicity.

Felicity kemudian menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Balai Kota DKI Jakarta pada 17 Agustus 2026. Bagi Felicity, proses panjang menuju Paskibraka tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik. Persiapan, ketekunan, disiplin, serta kesiapan mengikuti setiap tahapan menjadi bagian dari perjuangan tersebut. Ia pun menyampaikan pesan kepada pelajar yang memiliki keinginan mengikuti seleksi Paskibraka, baik di tingkat kota maupun provinsi.

“Semangat berjuang untuk mengikuti seleksi meskipun tidak mudah, dibutuhkan tekad yang tinggi dan persiapan matang dalam menjalani seluruh tahapan seleksi. Apapun hasilnya jangan ragu untuk mencoba, karena hasil tidak akan mengkhianati proses,” tuturnya.

(Whisnu M)