BNPB Terjunkan 52 Helikopter Padamkan Karhutla di 6 Provinsi

Upaya water bombing untuk penanganan karhutla. Foto: dok. BNPB.

BNPB Terjunkan 52 Helikopter Padamkan Karhutla di 6 Provinsi

Muhammad Adyatma Damardjati • 22 August 2026 19:42

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan puluhan armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi darurat berskala masif ini difokuskan pada enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.

"Jumlah heli maupun caravan yang ada di Kalimantan maupun Sumatera itu berjumlah 52 unit," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Berton memerinci, jumlah armada udara yang dikerahkan untuk pemadaman karhutla yaitu 30 unit di Kalimatan, dan 22 unit di Sumatra. Pengerahan armada udara tersebut beriringan dengan penebalan pasukan gabungan di darat.

Sementara, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menambahkan, pihaknya juga menerjunkan puluhan ribu personel gabungan dalam penanganan karhutla. Provinsi Riau, Sumatra Selatan, dan wilayah Kalimantan menjadi titik dengan konsentrasi personel yang sangat padat.

"Di Riau digelar kurang lebih 17.764 personil TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, swasta dan unsur-unsur lainnya," ujar Djohan.

Meski pengerahan aset udara cukup masif, BNPB menekankan bahwa ujung tombak keberhasilan pemadaman tetap berada di tangan pasukan darat. Helikopter pengebom air atau water bombing difungsikan secara taktis sebagai sistem pendukung.

"Operasi udara yang dilakukan oleh water bombing merupakan bukan operasi utama untuk memadamkan. Di sini kita untuk pencegahan menyebarnya api, membantu memadamkan, dan mendukung operasi darat," kata Djohan.


Pemadaman karhutla. Foto: dok. BNPB.

Pemerintah memastikan pasokan perlengkapan bagi petugas terus disalurkan untuk menembus area yang sulit dijangkau. Fasilitas penunjang seperti pompa jinjing, tangki air fleksibel, hingga sepeda motor dimaksimalkan untuk mempercepat penetrasi ke titik terdalam.

"Pemerintah daerah dan satuan TNI, Polri terus mengoptimalkan mendukung sumber daya personil dan alat-peralatan untuk penguatan Satgas darat," kata Djohan.

(Gabriella Thesa Widiari)