Prabowo Instruksikan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo Instruksikan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Gabriella Thesa Widiari • 25 August 2026 21:53

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia mencapai kedaulatan energi. Salah satunya dengan menghentikan impor minyak. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program PLTS berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

"Dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak," ujar Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selain minyak, Prabowo juga menginstruksikan penghentian total impor gas. Ia mengharapkan hal ini dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Kira tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun, kita tidak boleh impor lagi," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa rasa takut terhadap dinamika global. Oleh karena itu, segala potensi energi yang dimiliki harus dimaksimalkan. 

"Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia dan dengan 100 Gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah temukan," kata Prabowo. 

Presiden juga menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp rampung dalam tiga tahun. Ia optimis target tersebut dapat teralisasi lebih cepat. 


Ilustrasi sektor migas. Foto: dok. Kementerian ESDM.

Prabowo kemudian membandingkan target energi tersebut dengan pencapaian pemerintah dalam mendorong swasembada pangan. Menurut dia, target yang sebelumnya diberikan selama empat tahun dapat dicapai tim pemerintah dalam waktu lebih cepat.

"Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun. Tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya enggak lah, dua tahun lah," kata Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)