Ketum PBNU Dukung Strategi Prabowo Wujudkan Perdamaian Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (kiri). Foto: ANTARA/Cahya Sari.

Ketum PBNU Dukung Strategi Prabowo Wujudkan Perdamaian Palestina

Fachri Audhia Hafiez • 3 February 2026 23:09

Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menitipkan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto terkait arah diplomasi Indonesia di kancah internasional. PBNU menekankan agar setiap kebijakan strategis yang diambil pemerintah tetap konsisten pada jalur pembelaan terhadap kemerdekaan dan keselamatan rakyat Palestina.

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
 


Gus Yahya menjelaskan bahwa dalam pertemuan bersama 16 pimpinan ormas Islam dan tokoh pesantren tersebut, Presiden memaparkan berbagai pertimbangan kebijakan yang dinilai lebih realistis dan berdampak nyata. Salah satu yang dibahas secara mendalam adalah keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace (BoP) yang melibatkan konsolidasi dengan negara-negara Timur Tengah.

"Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina," jelas Gus Yahya.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk menjalankan misi tersebut dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Fokus bantuan tidak hanya akan tertuju pada Jalur Gaza yang tengah mengalami krisis hebat, tetapi juga menyentuh kebutuhan rakyat Palestina di wilayah Tepi Barat melalui ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas.


Presiden Prabowo Subianto hadiri peresmian Dewan Perdamaian Gaza di sela-sela World Economic Forum bersama Donald Trump. Foto: BPMI Setpres.

"Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tetapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat," kata Gus Yahya..

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat adanya sinergi antara umara dan ulama dalam mengawal posisi Indonesia di peta politik global. Khususnya dalam isu kemanusiaan dan perdamaian di tanah Palestina.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)