Respons Arahan Presiden, Gubernur Koster Minta Kadis DLH Percepat Penanganan Sampah di Bali

Gubernur Bali Wayan Koster minta Kepala DKLH Bali baru percepat penanganan sampah sesuai arahan Presiden Prabowo di Denpasar, Selasa 3/2/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Respons Arahan Presiden, Gubernur Koster Minta Kadis DLH Percepat Penanganan Sampah di Bali

Whisnu Mardiansyah • 3 February 2026 16:56

Denpasar: Gubernur Bali Wayan Koster meminta Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali yang baru, I Made Dwi Arbani, untuk mempercepat penanganan sampah di Pulau Dewata. Instruksi ini disampaikan menyusul arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kemarin Bapak Presiden memberi arahan bagus dan terbuka, termasuk untuk Bali. Beliau mengingatkan soal sampah, jadi kita harus serius menanganinya. Pak Kadis Lingkungan tolong betul-betul tangani sampah dengan cepat,” kata Gubernur Koster dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Bali di Denpasar seperti dilansir Antara, Selasa, 4 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Koster melantik I Made Dwi Arbani, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bali, menjadi Kepala DKLH Bali.

Gubernur Koster langsung meminta Dwi Arbani mempercepat penanganan sampah dengan pola yang sudah ada, yaitu penanganan dari sumber. Langkah itu mulai dari percepatan penggunaan teba modern atau dekomposter di rumah tangga, pemilahan di TPS3R dan TPST, hingga persiapan jelang pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Tambah percepat lagi teba modern, dekomposter, dan sebagainya. Ini Pak Kadis yang baru harus menggerakkan lagi, terutama di Denpasar dan Badung,” ujarnya.
 


Arahan penanganan sampah di Bali disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 pada Senin, 2 Februari 2026, yang juga dihadiri Gubernur Koster.

Dalam rakor tersebut, Koster menghampiri Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri Investasi dan Hilirisasi untuk membahas penanganan sampah di Bali. Kedua menteri menyatakan kesepakatan untuk mulai membangun PSEL di Bali pada Maret 2026.

“Rencananya, karena kita pindah lokasi, akan ditender ulang. Saya bilang jangan, supaya sesuai jadwal. Beliau setuju, Danantara setuju, dan menteri setuju,” kata Koster.

Pemprov Bali memperkirakan, jika proses dimulai pada Maret 2026, pengerjaan akan selesai dalam 12 bulan atau rampung pada tahun 2027. “Kalau berjalan lancar, astungkara akhir 2027 sudah bisa beroperasi. Masalah penanganan sampah yang berjalan bisa ditambah percepat nanti,” ucap Wayan Koster.


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Gubernur Koster berterima kasih atas perhatian Presiden Prabowo kepada Bali. Menurutnya, persoalan sampah terjadi di banyak daerah, tetapi Bali mendapat sorotan sebagai bentuk kepedulian presiden.

Arahan ini dinilai baik sebagai penekanan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata utama Indonesia yang perlu dijaga ekosistemnya, termasuk dari masalah sampah. Pemprov Bali mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 masih tinggi, mencapai 6.948.754 kunjungan atau naik 9,72 persen dari tahun 2024.

“Kita harus menjaga ekosistem kepariwisataan dengan baik. Meskipun tahun 2025 wisatawan mancanegara naik jauh dan tidak terpengaruh isu sampah, sampah tetap harus diurusi dengan baik dan tuntas,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)