Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Anadolu Agency)
Venezuela Tuduh Amerika Serikat Serang Caracas, Status Darurat Diberlakukan
Willy Haryono • 3 January 2026 15:53
Caracas: Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap ibu kota Caracas, setelah sedikitnya tujuh ledakan terdengar dan pesawat terbang rendah terlihat di langit kota tersebut.
Laporan media menyebutkan aktivitas militer terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Sabtu. Menyusul insiden itu, Presiden Venezuela Nicolás Maduro menetapkan status keadaan darurat nasional.
Pemerintah Venezuela merilis pernyataan resmi yang mengecam apa yang disebutnya sebagai agresi militer Amerika Serikat di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
“Venezuela menolak, mengecam, dan melaporkan kepada komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela, baik di lokasi sipil maupun militer di kota Caracas, ibu kota Republik, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira,” demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip dari ITV, Sabtu, 3 Januari 2025.
Pemerintah juga menyerukan mobilisasi nasional. “Rakyat turun ke jalan!” bunyi pernyataan itu. “Pemerintah Bolivarian menyerukan seluruh kekuatan sosial dan politik di negeri ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini.”
Insiden ini terjadi di tengah laporan bahwa militer AS dalam beberapa hari terakhir menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba. Di sejumlah kawasan Caracas, warga terlihat berlarian di jalanan, sementara beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) melarang penerbangan komersial AS melintasi wilayah udara Venezuela dengan alasan adanya “aktivitas militer yang sedang berlangsung."
Sehari sebelumnya, Venezuela menyatakan terbuka untuk merundingkan kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait kerja sama pemberantasan perdagangan narkoba.
Namun, Presiden Maduro sebelumnya menuduh Washington berupaya memaksakan perubahan rezim di Venezuela dan menguasai cadangan minyak besar negara tersebut melalui kampanye tekanan selama berbulan-bulan, yang dimulai dengan pengerahan militer besar-besaran ke Laut Karibia pada Agustus lalu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan memerintahkan serangan terhadap target-target di daratan Venezuela. Amerika Serikat dilaporkan telah menyita kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi di lepas pantai negara itu serta memblokade kapal-kapal lainnya, langkah yang dinilai bertujuan memperketat tekanan terhadap perekonomian Venezuela.
Hingga saat ini, The White House belum memberikan komentar resmi terkait insiden terbaru tersebut.
Baca juga: Caracas Diguncang Sejumlah Ledakan di Tengah Ketegangan AS-Venezuela