Apa Itu Covid Cicada? Ini Gejala dan Negara yang Sudah Terjangkit

Ilustrasi virus, dok: Medcom.id

Apa Itu Covid Cicada? Ini Gejala dan Negara yang Sudah Terjangkit

Putri Purnama Sari • 1 April 2026 16:10

Jakarta: Istilah “covid cicada” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kekhawatiran global. Banyak masyakarat mengira covid cicada adalah varian baru virus corona yang berbahaya. 

Lantas, apa itu covid cicada? benarkah varian baru covid ini telah menyebar di sejumlah negara? Berikut informasinya.

Apa Itu “Covid Cicada”?

COVID-19 terus mengalami mutasi sejak pertama kali muncul. Salah satu turunan yang belakangan dibicarakan adalah subvarian dari Omicron yang dikenal secara ilmiah sebagai BA.3.2.

Nama “cicada” sendiri bukan berasal dari penamaan resmi, melainkan julukan yang muncul di media. Istilah ini terinspirasi dari Cicada, serangga bersayap yang dikenal sebagai tonggeret.
 

Sudah Menyebar ke Sejumlah Negara

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa subvarian ini telah terdeteksi di beberapa negara, terutama di Eropa Timur dan beberapa wilayah Amerika Serikat. Meski begitu, jumlah kasusnya masih relatif kecil dan belum menjadi varian dominan secara global.

Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention, varian yang dijuluki covid cicada telah terdeteksi melalui berbagai metode, seperti usap hidung, sampel klinis, hingga pemantauan air limbah. Hingga 11 Februari, kasusnya telah ditemukan di sedikitnya 25 negara bagian di Amerika Serikat, seperti: 

  1. California
  2. Connecticut
  3. Florida
  4. Hawaii
  5. Idaho
  6. Illinois
  7. Louisiana
  8. Maine
  9. Michigan
  10. Maryland
  11. Massachusetts
  12. Missouri
  13. New Hampshire
  14. New Jersey
  15. Nevada
  16. New York
  17. Ohio
  18. Pennsylvania
  19. Rhode Island
  20. Carolina Selatan
  21. Texas
  22. Utah
  23. Vermont
  24. Virginia
  25. Wyoming 
Organisasi kesehatan seperti World Health Organization masih memasukkan varian ini dalam kategori yang dipantau, bukan kategori berbahaya. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hinggi kini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

"Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, yang dikutip Rabu, 1 April 2026.

Apakah Varian Ini Lebih Berbahaya?

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa varian yang dijuluki “covid cicada” lebih mematikan dibandingkan varian sebelumnya. Secara umum, gejala varian BA.3.2 tidak jauh berbeda dari varian Omicron sebelumnya. Gejala yang dilaporkan antara lain:
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Demam dan menggigil
  • Pilek
  • Kelelahan
  • Nyeri tubuh
  • Hidung tersumbat
Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas. Meskipun begitu, para ahli tetap melakukan pemantauan karena varian ini memiliki sejumlah mutasi, meski belum menunjukkan dampak signifikan terhadap tingkat keparahan penyakit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)