Serangan di Sebuah Desa Nigeria, 25 Orang Dilaporkan Tewas

Serangan terhadap Desa Taraba di Nigeria menewaskan 25 orang. Foto: Anadolu

Serangan di Sebuah Desa Nigeria, 25 Orang Dilaporkan Tewas

Fajar Nugraha • 26 October 2026 07:51

Taraba: Serangan kelompok bersenjata terjadi di sebuah komunitas pedesaan di Negara Bagian Taraba, Nigeria dan menewaskan 25 orang.

Jumlah korban sendiri masih simpang siur, Pemerintah Nigeria pada Minggu 25 Oktober 2026 menyebutkan 25 orang tewas sementara kelompok Amnesty International sebut 40 orang lebih dilaporkan tewas. Perbedaan data ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan tersebut terjadi antara Jumat 23 Oktober malam hingga Sabtu 24 Oktober pagi di komunitas Binnari, wilayah pemerintahan daerah Karim-Lamido.

Insiden diawali saat sekelompok orang bersenjata menyerbu kawasan itu dan melepaskan tembakan ke arah penduduk.

Para saksi mata menuturkan kepada Anadolu bahwa para pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor, menyerang penduduk, serta menjarah harta benda, termasuk persediaan makanan, uang tunai, dan sepeda motor.

“Rumah-rumah dan toko-toko juga dibakar, memaksa mereka yang selamat untuk melarikan diri ke komunitas di wilayah sekitar,” ujar saksi mata, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 26 Oktober 2026.

Serangan ini memicu kekhawatiran baru mengenai perlindungan bagi komunitas pedesaan di Taraba, di mana penduduk kerap menghadapi ancaman dari kelompok-kelompok bersenjata.

Gubernur Negara Bagian Taraba, Agbu Kefas, pada Minggu mengutuk pembunuhan tersebut dan mendesak aparat keamanan untuk meningkatkan upaya dalam melindungi warga serta menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, tim kampanye pemilihan ulang gubernur tersebut memperingatkan para politisi agar tidak mempolitisasi tragedi ini, menyusul adanya kritik terhadap cara pemerintah negara bagian menangani masalah keamanan.

Amnesty International menyerukan penyelidikan yang imparsial atas peristiwa tersebut, penegakan keadilan bagi para korban, serta perlindungan yang lebih kuat bagi komunitas-komunitas yang rentan terhadap serangan lanjutan.

Insiden ini menambah daftar tantangan keamanan yang terus menghantui Nigeria, di mana komunitas pedesaan di berbagai wilayah kerap menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata, penculikan, dan pembunuhan. Kekerasan ini telah menyebabkan penduduk mengungsi dan memicu desakan agar perlindungan bagi komunitas yang rentan lebih diperkuat.

(Fajar Nugraha)