Panglima Militer Selandia Baru Marsekal Udara Tony Davies. Foto: Anadolu
Panglima Militer Selandia Baru Mundur usai Akui Hubungan Tidak Pantas
Fajar Nugraha • 23 October 2026 17:36
Wellington: Panglima militer Selandia Baru mengundurkan diri pada Jumat 23 Oktober 2026 setelah mengakui memiliki “hubungan yang tidak pantas”.
Kasus tersebut telah dirujuk kepada inspektur jenderal pertahanan untuk ditindaklanjuti.
Mengutip Anadolu, Marsekal Udara Tony Davies, yang menjabat sebagai kepala angkatan pertahanan mengatakan, pengunduran dirinya didasari alasan pribadi dan merupakan bentuk tanggung jawab atas kesalahan penilaian yang dilakukannya pada masa lalu.
“Pengunduran diri ini didasari alasan pribadi dan merupakan akibat dari kesalahan penilaian yang saya lakukan pada masa lalu. Saya bertanggung jawab atas hal tersebut. Kesalahan penilaian itu bertentangan dengan nilai-nilai Angkatan Pertahanan,” kata Davies dalam pernyataan resmi.
“Hal-hal tersebut berkaitan dengan hubungan yang tidak pantas yang saya jalani ketika menjabat sebagai komandan satuan. Saya menyesal tidak mengungkapkan hal ini ketika memiliki kesempatan,” ujar Davies.
Menteri Pertahanan Selandia Baru Paul Goldsmith mengonfirmasi bahwa Davies telah mengundurkan diri.
Ia mengatakan akan merekomendasikan kepada Gubernur Jenderal Cindy Kiro agar menerima pengunduran diri tersebut.
“Alasan di balik keputusannya berkaitan dengan masalah integritas yang sebelumnya tidak ia ungkapkan. Kami berdua sepakat bahwa ia tidak lagi dapat mempertahankan jabatannya,” tutur Goldsmith.
Angkatan Pertahanan Selandia Baru tengah menyiapkan peralihan tanggung jawab kepada Wakil Kepala Angkatan Pertahanan, Laksamana Muda Mat Williams, yang akan menjabat sebagai pelaksana tugas kepala angkatan pertahanan.
(Razaqa Hariz)