Industri Perbankan Jajaki Analitik Data untuk Perkuat Bisnis

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Industri Perbankan Jajaki Analitik Data untuk Perkuat Bisnis

Husen Miftahudin • 14 October 2026 11:31

Jakarta: Pemanfaatan analitik data dijajaki untuk mendukung pengembangan bisnis perbankan, mulai dari memahami karakteristik nasabah hingga meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko dan efisiensi operasional.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Teradata Indonesia dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk.

Direktur Korporat Dandy Indrawarhana Pandi mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi pemanfaatan teknologi data yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perbankan.

"Tujuan utama kolaborasi ini adalah menjajaki pemanfaatan analitik data untuk mendukung pengembangan bisnis Bank Woori Saudara," ujar Dandy dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dandy menjelaskan, sejumlah bidang yang menjadi fokus penjajakan meliputi analisis nasabah, manajemen risiko, penilaian kredit, dan efisiensi operasional.

Pemanfaatan analitik data diharapkan membantu perusahaan memahami karakteristik serta kebutuhan nasabah secara lebih mendalam. Informasi tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan dalam mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Selain pengembangan teknologi, kerja sama tersebut mencakup penjajakan pertukaran pengetahuan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Langkah ini bertujuan menyelaraskan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan.
 


Kolaborasi Teknologi Buka Peluang Pemanfaatan AI di Dunia Usaha

(Ilustrasi. Foto: Magnific)

 

Penerapan AI berorientasi manfaat bisnis


Seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perusahaan juga semakin memperhatikan manfaat bisnis yang terukur dari penerapan teknologi. Chief Revenue Officer Teradata Richard Pettley mengatakan, fokus perusahaan mulai bergeser dari tahap eksperimen menuju implementasi teknologi yang menghasilkan dampak nyata.

"Para pemimpin perusahaan ingin mengetahui di mana AI dapat menghasilkan dampak yang terukur dan seberapa cepat manfaat tersebut dapat diperluas," kata Richard.

Menurut dia, kedaulatan data, tata kelola yang kuat, dan fleksibilitas dalam memilih infrastruktur teknologi menjadi aspek penting dalam pengembangan AI.

Teradata menghadirkan Autonomous Knowledge Platform yang mencakup pengelolaan konteks bisnis untuk AI, pengembangan aplikasi AI, pencarian berbasis AI, tata kelola model, serta akses data melalui lingkungan komputasi awan maupun infrastruktur lokal.

Richard mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengoptimalkan data dan pengetahuan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun untuk mendukung analisis serta pengambilan keputusan.

Penjajakan kerja sama antara kedua perusahaan akan dilanjutkan dengan evaluasi kebutuhan dan prioritas bisnis untuk mengidentifikasi peluang penerapan teknologi yang relevan.

Evaluasi tersebut turut mempertimbangkan tata kelola, manajemen risiko, dan kesiapan sumber daya manusia. Aspek-aspek ini menjadi bagian dari pertimbangan sebelum menentukan implementasi analitik data yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perbankan.

(Husen Miftahudin)