Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Kementrans Pastikan Peserta Program Transmigrasi Langsung Dapat Sertifikat Tanah
Nattasya Amani Vrazeti • 9 October 2026 15:27
Batam: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memastikan sertifikat tanah warga yang ditempatkan melalui program Trans Tuntas langsung. Kebijakan ini mempersingkat prosedur yang membuat warga menunggu hingga tahunan.
“Jadi mereka sekarang sudah memiliki sertifikat yang biasanya penempatan itu baru beberapa tahun kemudian punya sertifikat sekarang mereka sudah langsung memiliki sertifikat,” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Batam, Kepulauan Riau, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.
Baca Juga :
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru
Skema baru tersebut berfokus pada integrasi investasi, industrialisasi, dan hilirisasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah penempatan.
“Dalam rangka menciptakan lebih banyak lapangan kerja juga dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” kata Iftitah.
Ia menambahkan, Kementrans tengah menggenjot sejumlah program unggulan lainnya. Di antaranya yaitu Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.
Iftitah menjelaskan program Transmigrasi Lokal diterapkan untuk melindungi warga terdampak proyek pengembangan di Rempang, Kepulauan Riau. Langkah ini diambil melalui penyediaan kawasan permukiman baru yang dilengkapi ekosistem penunjang agar masyarakat setempat tidak kehilangan tempat tinggal.
“Karena di Rempang ini sedang dilakukan upaya untuk pengembangan investasi, industrialisasi dan hilirisasi. Kita tidak ingin masyarakat lokalnya terusir. Oleh karena itu kita buat satu satuan permukiman untuk menampung mereka dengan satu ekosistem yang lebih baik,” ujar Iftitah.
Kawasan permukiman baru tersebut dirancang menjadi ekosistem terpadu yang memenuhi berbagai fasilitas dasar warga secara komprehensif. Sarana pendukung yang disiapkan mencakup infrastruktur pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, hingga pusat kegiatan ekonomi lokal.
"Ada sekolahnya, ada sarana kesehatannya, ada juga sarana ibadahnya dan sarana-sarana aktivitas ekonomi dan sosial lainnya. Sesuai juga dengan kita upayakan mata pencaharian mereka sehari-hari," tutur Iftitah.
Pemerintah juga menggandeng akademisi internasional melalui program Trans Patriot untuk menyempurnakan fasilitas di lapangan. Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa asal Technical University of Munich, Jerman, yang melakukan riset langsung di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City.
"Mereka juga ikut melakukan penelitian, riset, dan memberikan masukan kepada kita hal-hal apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan di Tanjung Banon supaya kehidupannya lebih baik dan membuat masyarakat lebih betah," kata Iftitah.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Di sela pemaparannya, Iftitah memberikan apresiasi kinerja Pemerintah Kota Batam yang berhasil memacu roda perekonomian daerah. Ia menilai capaian laju pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,2 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik merupakan prestasi impresif.
"Ini sangat luar biasa, kami apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam terkait dengan hal ini," kata Iftitah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan permukiman di Rempang merupakan buah dari sinergi kuat antara kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah. Kerja sama lintas sektor tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program di lapangan.