RI-Australia Gelar Latihan Militer Keris Woomera 26, Libatkan 2.235 Personel

Australia dan Indonesia memulai Latihan Gabungan Keris Woomera 26 di Banyuwangi dengan melibatkan sekitar 2.235 personel. (Kedutaan Besar Australia)

RI-Australia Gelar Latihan Militer Keris Woomera 26, Libatkan 2.235 Personel

Willy Haryono • 13 October 2026 19:40

Banyuwangi: Indonesia-Australia resmi memulai Latihan Gabungan Keris Woomera 26 melalui upacara pembukaan di pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 13 Oktober 2026.

Latihan yang berlangsung hingga 20 Oktober ini melibatkan sekitar 2.235 personel militer dari kedua negara.

Keris Woomera 26 merupakan latihan gabungan luar negeri terbesar Australian Defence Force (ADF) pada tahun ini. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan 1.235 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Latihan bilateral ini pertama kali digelar pada 2024 dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Commander Joint Operations Australia, Vice Admiral Justin Jones AO, CSC RAN, mengatakan latihan tersebut memperkuat hubungan keamanan antara Australia dan Indonesia.

“Indonesia adalah mitra yang penting dan langgeng bagi Australia, dan ini menjadi sangat berarti ketika kami melaksanakan kegiatan latihan luar negeri terbesar kami tahun ini bersama TNI,” ujar Jones, berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com.

Ia menambahkan, kemampuan kedua negara untuk bekerja sama dalam latihan tersebut memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin, berlandaskan kepercayaan, saling menghormati, dan kerja sama erat.

Dalam latihan ini, ADF mengerahkan Pasukan Amfibi Australia bersama kapal HMAS Choules, HMAS Perth, dan HMAS Stalwart.

Australia juga melibatkan pesawat C-130J Hercules dan PC-21 dari Skuadron Nomor 4 Angkatan Udara Australia. Sementara itu, unsur Angkatan Darat Australia mengerahkan artileri Howitzer M777 dan sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi atau High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).

Dari pihak Indonesia, aset yang terlibat meliputi korvet kelas Diponegoro, artileri dan Multiple Launch Rocket System (MLRS), helikopter Bell-412 dan Panther, serta pesawat Super Tucano.

Latihan Operasi Amfibi dan Maritim

Rangkaian Keris Woomera 26 mencakup pendaratan amfibi di Jawa Timur, latihan tembak langsung di lapangan tembak TNI, serta integrasi operasi maritim antara angkatan laut kedua negara.

Jones mengatakan kawasan Indo-Pasifik menghadirkan tantangan geografis dan lingkungan bagi Australia dan Indonesia, terutama dalam pengerahan serta keberlanjutan operasi pasukan militer.

“Latihan Keris Woomera memberikan lingkungan pelatihan yang memungkinkan Australia dan Indonesia mengatasi tantangan tersebut bersama-sama serta melaksanakan rangkaian latihan militer yang kompleks secara berdampingan,” katanya.

Menurut Jones, pengalaman yang diperoleh melalui latihan bersama ini memberikan manfaat keamanan bagi kedua negara. Latihan tersebut juga meningkatkan kemampuan mereka untuk mengerahkan pasukan ketika dibutuhkan serta mempertahankan daya tangkal terhadap tekanan atau paksaan militer.

Baca juga: Latihan Keris Woomera 2024 Perkuat Interoperabilitas Militer Indonesia-Australia

(Willy Haryono)