Personel TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Foto: ANTARA/HO-Pen Habema.
TNI Tegaskan Pengamanan di Maybrat Demi Keselamatan Masyarakat
Fachri Audhia Hafiez • 11 October 2026 11:15
Maybrat: Operasi pengamanan oleh personel gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, berfokus utama pada perlindungan dan keselamatan bagi warga lokal. Aparat memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan terbebas ancaman kekerasan kelompok bersenjata.
“Tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” kata Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen Riyanto di Maybrat, Papua Barat Daya, dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2026.
Riyanto menegaskan pengamanan wilayah tidak hanya berorientasi pada penanganan ancaman militer semata. TNI turut mengedepankan pendekatan dialogis, pembinaan teritorial, hingga koordinasi erat dengan pemerintah daerah serta para tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya, personel gabungan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam insiden tersebut, tiga anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara dari pihak TNI tidak ada korban jiwa.
“Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Riyanto.
Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang menjabat sebagai Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua korban lainnya yakni Yesias Fatem dan Antonius Assem alias Anton Fatem, yang diduga kuat memegang jabatan strategis dalam struktur kelompok tersebut. Proses verifikasi identitas dan keterkaitan para korban masih terus berjalan.

Sejumlah senjata, amunisi, dan atribut OPM yang menurut Koops TNI Habema diamankan setelah kontak tembak di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. ANTARA/HO-Penerangan Koops TNI Habema.
Di lokasi kejadian, aparat keamanan menyita sejumlah barang bukti antara lain satu pucuk senjata api jenis AK-101, amunisi berbagai kaliber, dua unit telepon seluler, atribut dan dokumen OPM, serta bendera Bintang Kejora.
Penyisiran dan pemantauan situasi di sekitar lokasi terus dilanjutkan guna mengantisipasi gangguan susulan sekaligus menekan risiko terhadap masyarakat sipil.
Jaminan keamanan yang stabil diyakini menjadi fondasi utama agar warga Papua dapat mengakses fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas roda perekonomian secara optimal. Perlindungan warga yang berjalan seiring dengan pembangunan diharapkan mampu menghadirkan manfaat program pemerintah secara berkelanjutan.