DEN Ungkap Hilirisasi Aluminium dan Baterai Litium RI Melonjak Pesat

(Anggota Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto. Foto: tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden).

DEN Ungkap Hilirisasi Aluminium dan Baterai Litium RI Melonjak Pesat

Gervin Nathaniel Purba • 20 October 2026 21:32

Jakarta: Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto, terdapat dua komponen hilirisasi yang berkembang cukup pesat selain nikel saat ini. Pertama, hilirisasi alumunimum. Kedua, baterai litium.

Untuk hilirisasi aluminium, DEN memperkirakan angka ekspor untuk produk alumunium menjadi sekitar USD7,2 miliar pada tahun ini. Meningkat dari 2024, hanya sebesar USD3,4 miliar.

"Yang menarik hilirisasi dari komponen baterai litium," ujar Anggota Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 20 Oktober 2026.
 



Komponen baterai litium kerap menjadi pertanyaan dan sasaran kiritik. Sekarang Indonesia menjadi salah satu produsen untuk komponen baterai litium. Misalnya anoda dan katoda.

"Bahkan kita juga punya lithium refinery yang sebenarnya sumber litiumnya tidak ada di Indonesia," kata Seto.



(Jumpa pers jajaran DEN usai rapat dengan Presiden Prabowo. Foto: tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden).

Indonesia sudah bisa industrialisasi dari SDA


Artinya, kata Seto, Indonesia sudah bisa industrialisasi dari sumber daya alam (SDA) yang tidak dimiliki. Menurut dia, industrialisasi ini bagian dari ekosistem yang lebih lengkap.

Menurut perhitungan DEN, hilirisasi nikel, aluminium dan komponen baterai litium akan mencapai USD50 miliar pada akhir 2026. Naik hampir 45 persen dibandingkan pada ekspor 2024.

"Prestasi yang sangat baik. Selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, ekspor hilirisasi meningkat 45 persen," kata Seto.

(Gervin Nathaniel Purba)