Sejumlah pesawat terparkit di apron sisi udara di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026). ANTARA/HO-PT Angkasa Pura Aviasi
Penerbangan di Bandara Kualanamu Terdampak Kabut Asap
Lukman Diah Sari • 16 October 2026 06:28
Medan: PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, menyatakan tiga penerbangan rute domestik dibatalkan akibat kabut asap di kawasan bandara setempat. Selain itu, terdapat empat penerbangan, yakni tiga rute domestik dan satu rute internasional mengalami penundaan di Bandara Internasional Kualanamu.
"Ya, hari ini tiga penerbangan domestik di cancel (batal). Ada empat penerbangan, di antaranya satu rute Kuala Lumpur mengalami delay (tertunda)," kata Humas PT Angkasa Pura Aviasi Zul Andrika di Deli Serdang, Kamis, 15 Oktober 2026, melansir Antara.
"Semua penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap sejak pagi hingga pukul 16.35 WIB sudah diterbangkan kembali," jelas Zul.
Ia mengatakan penundaan penerbangan rute domestik dan internasional ini terjadi karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat mengalami keterlambatan.
"Tidak lama memang, tetapi beberapa penerbangan yang sebelumnya ditunda, kini sudah terbang," ujar dia.

Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Antara.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan kabut asap terdeteksi melanda seluruh wilayah Sumatra Utara. Padahal hasil pemantauan citra satelit pada sebaran hotspot (titik panas) di Sumut, Selasa, 13 Oktober 2026, tidak terdapat satu pun titik panas di wilayah Sumatra Utara.
"Tapi, pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, terjadi penurunan jarak pandang di Sumatera Utara menjadi 1 sampai 4 kilometer," jelas Hendro di Medan, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain itu, kabut asap turut memperburuk kualitas udara di wilayah Sumatra Utara yang kini masuk kategori tidak sehat. Ia mengimbau masyarakat Sumut di wilayah terdampak asap mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun.
"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," ujar Hendro.