Pasukan Amerika Serikat menarik diri dari pangkalan terakhir di Irak, memicu kekhawatiran mengenai kekosongan keamanan. (Anadolu Agency)
AS Tarik Pasukan dari Irak, Kekhawatiran ISIS dan Milisi Pro-Iran Menguat
Willy Haryono • 30 September 2026 12:33
Baghdad: Pasukan Amerika Serikat (AS) telah menarik diri dari pangkalan-pangkalan terakhir mereka di Irak pada Rabu, 30 September 2026.
Mengutip France24, penarikan tersebut memicu kekhawatiran akan munculnya kekosongan keamanan yang dapat semakin memperkuat milisi yang didukung Iran dan memberi kesempatan bagi kelompok Islamic State (ISIS) yang kembali menguat untuk berkonsolidasi.
Penarikan tersebut sebelumnya disambut sebagai kemenangan oleh Iran dan sekutunya. Kesepakatan penarikan dibuat pada 2024 di bawah pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, meski AS saat ini berperang dengan Teheran yang memiliki pengaruh di Irak melalui kelompok-kelompok proksinya.
Meskipun penarikan pasukan AS secara umum mendapat dukungan dari warga Irak, sebagian pihak khawatir pasukan keamanan yang dilatih dan didanai AS masih belum mampu melindungi negara tersebut. Diketahui sebanyak 4.500 personel militer AS tewas dalam lebih dari 20 tahun perang di Irak.
“Pelajaran dari dua dekade terakhir adalah bahwa kekosongan keamanan dapat menjadi sangat berbahaya,” ujar Jassim al-Bahadli, analis Irak yang menjadi penasihat pasukan keamanan.
Sebelumnya pasukan AS menginvasi Irak pada 2003 dan kemudian menduduki negara tersebut, membentuk pemerintahan yang dipimpin kelompok Syiah serta memerangi pemberontakan selama bertahun-tahun, yang awalnya dilakukan oleh loyalis Saddam Hussein dan kemudian Al-Qaeda, sebelum menarik diri pada akhir 2011.
Pasukan AS kembali ke Irak kurang dari tiga tahun kemudian untuk membantu pasukan Irak mengalahkan kelompok militan Sunni Islamic State dalam perang besar yang berlangsung dari 2014 hingga 2017.
Dalam konflik dengan Iran tahun ini, tujuh dari 18 personel militer AS yang tercatat tewas berada di Irak. Korban terakhir merupakan seorang sersan Angkatan Darat AS yang tewas saat proses peledakan terkendali sebuah drone di pangkalan dekat Erbil pada Juli. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Irak Minta AS Bebaskan Bandaranya dari Sanksi terhadap Maskapai Iran