Ilustrasi: Medcom.id
BMKG Perkirakan Gelombang Tinggi pada 29 September–2 Oktober, Cek Wilayahnya
Riza Aslam Khaeron • 29 September 2026 08:35
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah perairan Indonesia berpotensi mengalami gelombang tinggi pada 29 September hingga 2 Oktober 2026. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 4 meter di beberapa perairan.
Selain itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran dan nelayan.
BMKG juga mencatat adanya bibit siklon tropis 92W yang berada di posisi 15,6° LU dan 97,8° BT, tepatnya di Laut Andaman, pesisir Myanmar. Kondisi atmosfer tersebut turut menjadi bagian dari situasi sinoptik yang dipantau BMKG dalam periode tersebut.
Pola angin di wilayah Indonesia juga menunjukkan kecepatan yang cukup tinggi di sejumlah perairan. Kondisi ini dapat memengaruhi tinggi gelombang dan perlu menjadi perhatian bagi pengguna transportasi laut.
Potensi Gelombang 1,25 hingga 2,5 Meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)
BMKG mencatat gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Wilayah tersebut meliputi:
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Laut Jawa bagian barat
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Jawa bagian timur
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Bali
- Laut Sumbawa
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
Gelombang hingga 4 Meter
Selain itu, BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah Samudra Hindia. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada periode yang sama, yakni 29 September hingga 2 Oktober 2026.Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5 hingga 4 meter meliputi:
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia bagian barat Bengkulu hingga Lampung serta Laut Arafuru. Kondisi angin tersebut turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam aktivitas pelayaran.
BMKG Peringatan Keselamatan Pelayaran
BMKG mengingatkan kondisi laut dapat membahayakan keselamatan sejumlah jenis kapal apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang mencapai batas tertentu. Nelayan dan operator kapal diminta mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum berlayar.Untuk perahu nelayan, risiko terhadap keselamatan pelayaran dapat terjadi ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Khusus kapal feri, kondisi berisiko dapat terjadi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Informasi mengenai kondisi perairan perlu diperhatikan agar perjalanan laut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
(Angel Rinella)