PM Pedro Sanchez Umumkan Pemilu Dini Spanyol pada Akhir November 2026

PM Spanyol Pedro Sanchez. (Anadolu Agency)

PM Pedro Sanchez Umumkan Pemilu Dini Spanyol pada Akhir November 2026

Willy Haryono • 5 October 2026 15:04

Madrid: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan pemilihan umum dini pada 29 November mendatang setelah parlemen menolak dua dekret pemerintah terkait perumahan di tengah meningkatnya aksi protes akibat krisis perumahan di negara tersebut.

Berbicara di kediaman resminya di Madrid, Senin, 5 Oktober 2026, Sanchez mengatakan akan menggelar rapat kabinet pada Senin untuk memulai proses penyelenggaraan pemilu.

Mengutip dari Anadolu, Sanchez mengakui pemerintahannya telah melakukan sejumlah kesalahan dan belum mencapai seluruh target yang ditetapkan. Menurut dia, kemajuan lebih lanjut membutuhkan dukungan mayoritas yang lebih kuat di parlemen.

Sanchez mengatakan persoalan perumahan, ketimpangan, dan layanan publik masih menjadi tantangan. Ia menyerukan dukungan publik yang diperbarui untuk melanjutkan reformasi yang dijalankan koalisinya.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah parlemen pada Jumat menolak dua dekret perumahan yang disusun sebagai respons terhadap protes setelah pengusiran Maricarmen Abascal, 87 tahun, dari rumahnya di Madrid.

Partai separatis Catalan Junts bergabung dengan Partai Rakyat (PP) yang konservatif dan Vox yang berhaluan sayap kanan dalam menolak kedua kebijakan tersebut, meskipun sebelumnya bernegosiasi dengan pemerintah mengenai sejumlah bagian dari isinya.

Ribuan orang turun ke jalan di berbagai wilayah Spanyol selama akhir pekan untuk menuntut tindakan pemerintah terkait persoalan perumahan. Para demonstran juga terus berkemah di alun-alun Puerta del Sol, Madrid.

Sanchez membingkai pemilu sebagai pilihan antara melanjutkan reformasi progresif atau bergabung dengan gelombang sayap kanan yang menurutnya akan mengembalikan sejumlah hak yang telah diperluas.

Perdana menteri menyerukan agar pemilih memberikan mayoritas progresif yang lebih luas kepada Spanyol. Ia mengatakan negara tersebut harus tetap menjadi model keterbukaan dan keadilan sosial.

Klaim Capaian Pemerintahan

Dalam membela rekam jejak pemerintahannya, Sanchez menyebut sejumlah capaian, antara lain pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penurunan ketimpangan, perluasan beasiswa dan hak cuti, investasi di bidang pendidikan dan layanan kesehatan, serta modernisasi industri.

Ia juga menyoroti transisi ekologis dan posisi internasional Spanyol, termasuk dukungan terhadap Ukraina, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sanchez menggambarkan Spanyol sebagai “rujukan global untuk perdamaian, feminisme, dan kemakmuran”. Ia juga menyerukan agar pemilih memastikan negara tersebut tetap menjadi “benteng keterbukaan dan keadilan sosial”.

Spanyol terakhir kali menggelar pemilihan umum pada 2023. Saat itu, Partai Sosialis pimpinan Sanchez berada di posisi kedua.

Sanchez kemudian membentuk pemerintahan koalisi bersama aliansi sayap kiri Sumar dengan dukungan parlemen dari sejumlah partai kecil, termasuk Junts yang merupakan partai separatis Catalan konservatif.

Pemilihan umum berikutnya sebelumnya dijadwalkan digelar paling lambat pada 22 Agustus 2027.

Baca juga: Warga Spanyol Akan Memilih antara Sanchez atau Pemimpin Sayap Kanan

(Willy Haryono)