Danantara: Proyek Pemerintah akan Lebih Banyak Digarap Lewat KPBU

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Danantara: Proyek Pemerintah akan Lebih Banyak Digarap Lewat KPBU

Husen Miftahudin • 8 October 2026 12:30

Jakarta: Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan pemerintah akan memperbanyak kerja sama dengan sektor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk menjalankan berbagai proyek di tengah keterbatasan fiskal.

Langkah tersebut dilakukan agar pembiayaan proyek tidak hanya mengandalkan kemampuan pemerintah maupun Danantara. Pemerintah juga akan menyisir anggaran yang dinilai tidak efektif, termasuk subsidi yang tidak tepat sasaran.

"Dengan keterbatasan fiskal kita, kita akan menggandeng swasta dengan bentuk KPBU, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha. Proyek-proyek nanti akan di-KPBU-kan," kata Dony dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Dony menegaskan peningkatan kerja sama dengan swasta tidak berarti pemerintah akan menambah defisit untuk membiayai berbagai proyek. Menurut dia, pemerintah akan melakukan penataan anggaran untuk mencari sumber pembiayaan.

"Biayanya dari mana? Apakah defisitnya bertambah? Tidak, kita akan menyisir ineffective budget, termasuk subsidi yang tidak tepat sasaran. Makanya kita memiliki perencanaan yang komprehensif untuk menata kembali perekonomian kita," jelas dia.

Ia mengatakan keterlibatan swasta diperlukan agar Danantara tidak mengambil porsi yang semestinya dapat dikerjakan oleh sektor swasta. "Jadi ke depannya memang kita akan lebih banyak kerja sama dengan swasta untuk memastikan tidak hanya Danantara yang kemudian bekerja sendiri, apalagi mengambil porsi yang seharusnya itu porsi swasta," tegas Dony.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Lebih dari 100 BUMN Dilakukan Divestasi

Sejalan dengan peningkatan peran swasta, Dony mengatakan pemerintah juga melakukan penataan terhadap BUMN dengan melepas perusahaan yang tidak masuk dalam kompetensi inti.

Dony bilang, lebih dari 100 perusahaan BUMN telah didivestasi dan diberikan kepada pihak swasta. Langkah tersebut dilakukan agar BUMN dapat lebih fokus menjalankan bisnis yang menjadi kompetensi intinya.

"Karena itu kita memotong banyak BUMN kita yang seharusnya kita perlu masuk ke situ. Satu-satu kita lepas, dan banyak divestasi yang sudah kita lakukan terhadap perusahaan BUMN itu lebih dari 100 yang sudah kita divestasi dan berikan kepada swasta," kata Dony.

Dony menjelaskan, sekitar 100 perusahaan yang dilepas tersebut tidak bergerak pada bisnis inti. Sementara itu, BUMN diarahkan untuk fokus pada kompetensi inti dan sektor-sektor strategis.

"Kurang lebih ada 100 perusahaan yang non-core, kita lepas kepada swasta. BUMN akan masuk kepada core competence-nya yang memang besar-besar," tutur dia.

(Husen Miftahudin)