Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Gelombang hingga 4 Meter di Selatan Jawa Timur

Ilustrasi gelombang tinggi. Dok. Media Indonesia

Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Gelombang hingga 4 Meter di Selatan Jawa Timur

Atalya Puspa • 28 October 2026 09:56

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 28–31 Oktober 2026. Gelombang setinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

BMKG menyebut pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 4–15 knot. Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6–25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah perairan," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2026.

Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung. Potensi serupa juga terdapat di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, gelombang dengan ketinggian tersebut berpeluang terjadi di Laut Bali, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.

Gelombang tinggi di pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa/am.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan yang menggunakan perahu kecil perlu mewaspadai kondisi angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter. Untuk kapal feri, risiko perlu diperhatikan ketika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Adapun kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot serta gelombang di atas 4 meter.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak gelombang tinggi agar tetap waspada. Pelaku aktivitas pelayaran juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan peringatan dini sebelum melakukan perjalanan.

(Siti Yona Hukmana)