Cuaca Ekstrem Ganggu Mobilitas, Pengusaha Dukung PJJ dan WFH Situasional

Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Ryan Haroen. Foto: dok Istimewa.

Cuaca Ekstrem Ganggu Mobilitas, Pengusaha Dukung PJJ dan WFH Situasional

Husen Miftahudin • 28 January 2026 13:58

Jakarta: Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai turut memengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas para pengusaha muda.
 
Menyikapi hal tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah (WFH) secara situasional sebagai langkah yang tepat dan terukur.
 
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Ryan Haroen mengatakan intensitas hujan tinggi yang kerap terjadi belakangan ini memang berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas usaha, terutama yang bergantung pada pergerakan manusia dan distribusi barang.
 
"Dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang, tentu ada tantangan nyata bagi dunia usaha, khususnya bagi pengusaha muda yang aktivitasnya sangat erat dengan mobilitas harian," kata Ryan dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 28 Januari 2026.
 
Karena itu, pihaknya memandang imbauan Gubernur DKI Jakarta terkait penerapan PJJ dan WFH hanya pada saat curah hujan tinggi sebagai kebijakan yang bijak dan proporsional.
 
Menurut dia, pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara aspek keselamatan publik dan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Kebijakan yang bersifat fleksibel dinilai penting agar roda usaha tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keamanan masyarakat.
 

Baca juga: Banjir 1,2 Meter Rendam Carenang Serang, Ratusan Warga Mengungsi


(Ilustrasi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di Jabodetabek. Foto: dok Istimewa)
 

Pengusaha didorong optimalkan teknologi digital

 
Ryan menjelaskan, bagi pelaku usaha muda, kepastian dan keluwesan kebijakan menjadi kunci dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Terlebih, sejumlah sektor seperti jasa, logistik, hingga UMKM merupakan lini usaha yang paling terdampak ketika mobilitas masyarakat terganggu.
 
"Fleksibilitas kebijakan ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk tetap beradaptasi. Aktivitas bisnis bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan, tanpa harus berhenti total, namun tetap mengedepankan keselamatan," ungkap dia.
 
Lebih lanjut, HIPMI Jaya mendorong para pengusaha muda untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional di tengah dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.
 
Pemanfaatan teknologi digital, pengaturan jam kerja yang adaptif, hingga optimalisasi sistem kerja jarak jauh dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif.
 
"Kami mengajak seluruh pengusaha muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan memastikan aspek keselamatan karyawan serta pelanggan tetap menjadi prioritas utama," ujar Ryan.
 
Adaptasi, ucap Ryan menekankan, menjadi kunci agar dunia usaha tetap resilien menghadapi kondisi alam yang sulit diprediksi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)