PM Denmark Tegaskan Pernyataan Trump soal Greenland Harus Dianggap Serius

PM Kanada Mette Frederiksen. (EPA)

PM Denmark Tegaskan Pernyataan Trump soal Greenland Harus Dianggap Serius

Willy Haryono • 6 January 2026 07:48

Kopenhagen: Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai ketertarikannya untuk mengambil alih Greenland harus dipandang secara serius, meskipun gagasan tersebut telah ditolak tegas oleh Denmark maupun Greenland.

Berbicara kepada penyiar publik Denmark DR, Frederiksen menegaskan bahwa posisi Kerajaan Denmark sudah sangat jelas dan bahwa Greenland secara konsisten menyatakan penolakannya untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Pernyataan serupa dilaporkan Reuters, yang mengutip Frederiksen mengatakan bahwa Trump memang serius ingin menguasai Greenland, terlepas dari penolakan terbuka dari Copenhagen dan Nuuk.

“Jika AS Menyerang Negara NATO Lain, Semuanya Akan Berhenti," tutur Frederiksen, tanpa mengelaborasi lebih lanjut.

Dilansir dari Novinite, Selasa, 6 Januari 2026, Frederiksen menyampaikan peringatan tersebut sehari setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Ia menekankan bahwa Greenland, sebagai bagian dari Denmark dan anggota NATO, berada di bawah payung perlindungan aliansi pertahanan tersebut.

Perdana menteri juga mengingatkan bahwa perjanjian pertahanan bilateral antara Denmark dan Amerika Serikat telah memberikan Washington akses militer yang luas ke Greenland. Karena itu, menurutnya, ancaman atau pernyataan bernada pengambilalihan tidak diperlukan dan tidak pantas.

Ia mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan pernyataan semacam itu terhadap sekutu yang secara historis sangat dekat, serta terhadap wilayah yang telah dengan jelas menyatakan tidak untuk dijual.

Pernyataan Frederiksen muncul menyusul komentar Trump sebelumnya, termasuk dalam wawancara dengan The Atlantic, di mana ia mengatakan, “Kami memang membutuhkan Greenland, tidak diragukan lagi.”

Aksi militer AS di Venezuela, yang disebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan, memicu spekulasi bahwa Trump dapat berupaya mewujudkan ambisi teritorial lainnya dengan kekuatan militer.

Maduro dan istrinya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan terkait narkoba, sebagai bagian dari kampanye pemerintahan Trump untuk menanggulangi dugaan perdagangan narkotika dari Venezuela.

Isu Greenland semakin menjadi sorotan setelah Katie Miller, istri pejabat senior Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar di platform X yang menampilkan Greenland tertutup bendera Amerika Serikat dengan keterangan “SOON”, tak lama setelah penangkapan Maduro.

Trump sejak lama secara terbuka membicarakan gagasan untuk mengakuisisi Greenland, wilayah otonom yang kaya mineral dan berada di bawah kedaulatan Denmark. Bulan lalu, ia menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland.

Selain itu, Trump juga pernah melontarkan gagasan agar Kanada bergabung sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat, meskipun ide tersebut telah berulang kali ditolak oleh Greenland maupun Kanada.

Baca juga:  Trump Singgung Lagi Rencana Aneksasi Greenland, PM Denmark Bereaksi Keras

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)