14 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Longsor di Kudus

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

14 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Longsor di Kudus

Media Indonesia • 12 January 2026 08:55

Kudus: Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 14.143 jiwa terdampak, sementara pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat bencana.

Tanah longsor terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, pada Minggu, 11 Januari 2026. Sebuah toko sembako runtuh setelah tertimpa material longsoran dari tebing bukit di atasnya. Pemilik toko, Sriyatun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terjepit puing bangunan.

Tembok toko kelontong timpa warga akibat longsor di Kudus. Metrotvnews.com/istimewa

Pemantauan di lokasi menunjukkan hujan deras yang mengguyur wilayah Pantura Jawa Tengah memicu longsoran tebing bukit hingga menimpa bangunan di bawahnya. Suasana duka menyelimuti warga sekitar, terutama masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dan khawatir akan potensi longsor susulan karena hujan masih terus turun.

"Sebelum kejadian saya dan istri mendengar suara gemuruh, bahkan kami sudah berlari keluar toko tetapi istri saya nekat masuk lagi untuk mengambil tas, kemudian tanah dan batu berguguran dari atas bukit dan menghantam toko," kata Nursidi, suami korban.

Beberapa jam sebelumnya, tanah longsor juga terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Longsor dipicu curah hujan tinggi sejak dini hari dan mengakibatkan tiga rumah warga rusak tertimpa material longsoran.

"Untung saat mendengar suara gemuruh para warga penghuni rumah itu sudah berlarian menyelamatkan diri," ujar Kepala Polsek Gebog AKP Siswanto.

Siswanto mengatakan pihak kepolisian segera menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan dan penanganan darurat. Evakuasi warga ke tempat aman menjadi prioritas utama. Setelah dilakukan pengecekan pada tebing setinggi sekitar 10 meter, tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus Ahmad Munaji mengatakan bencana tidak hanya berupa longsor, tetapi juga banjir yang merendam sejumlah kawasan akibat hujan lebat di wilayah Gunung Muria.

Berdasarkan data BPBD Kudus, banjir dan longsor yang terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026, mengakibatkan 14.143 jiwa terdampak. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris telah memerintahkan seluruh instansi terkait untuk melakukan penanganan cepat dan meningkatkan status siaga darurat bencana hingga 31 Mei 2026. (MI/Akhmad Safuan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)