Sejarah Hari Buruh, Pentingnya May Day bagi Kesejahteraan Buruh

Ilustrasi Pexels

Sejarah Hari Buruh, Pentingnya May Day bagi Kesejahteraan Buruh

Muhamad Marup • 29 April 2026 16:55

Jakarta: 1 Mei merupakan perayaan bagi para buruh/karyawan/pegawai. Tanggal tersebut merupakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Di Indonesia, 1 Mei telah masuk sebagai hari libur nasional sejak tahun 2014. Pada momen tersebut, para buruh menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasinya terkait kesejahteraan buruh.

Awalnya, istilah May Day sama sekali tidak merujuk pada perjuangan buruh. Mengutip laman Universitas Siber Asia, perayaan May Day sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, awalnya untuk merayakan pergantian musim, terutama musim semi di belahan bumi utara. May Day konon berawal dari festival Beltane, yaitu tradisi maypole.

Tradisi ini melibatkan menari mengelilingi tiang maypole yang dihiasi dengan pita warna-warni. Hal ini dilakukan untuk merayakan kembalinya kehidupan dan kesuburan ke dunia.

May Day bagi Buruh

May Day identik dengan para buruh dipicu para buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Melansir laman Universitas Brawijaya, Hari Buruh atau para periode tersebut kelompok pekerja mulai memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja, seperti waktu kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan kondisi kerja yang lebih aman.

Pada tanggal 1 Mei 1886, terjadi aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan pekerja di Chicago, Amerika Serikat, yang meminta hak-hak mereka di tempat kerja. Namun, aksi tersebut berakhir dengan kekerasan dan kematian beberapa orang, sehingga empat orang aktivis buruh dipenjara dan dihukum mati atas tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Peristiwa ini kemudian menjadi pemicu bagi gerakan buruh internasional untuk memperingati perjuangan para pekerja dan memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja. Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional yang diselenggarakan di Paris, Prancis, memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day.

Sejak saat itu, peringatan May Day menjadi momen penting bagi para buruh di seluruh dunia untuk menyuarakan hak-hak mereka, termasuk di Indonesia. 

Siapa Buruh dan Kenapa May Day penting?


Ilustrasi Pexels

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buruh berarti pekerja atau orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Mengutip laman Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), buruh adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang.

Masih dari situs tersebut, terdapat pengertian lain yaitu buruh yang tidak mempunyai majikan tetap tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan/pegawai, tetapi sebagai pekerja bebas.

Terkait hubungan buruh dan pemberi kerja, seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki majikan yang sama dalam sebulan terakhir. Khusus pekerja pada sektor bangunan dianggap buruh jika bekerja minimal tiga bulan pada satu majikan.

Dengan pengertian tersebut, buruh bisa mencakup seluruh pekerjaan. May Day bagi para buruh menjadi momen menyuarakan hak-hak mereka seperti persoalan gaji dan status kerja, termasuk tuntutan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional sebelum disahkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)