Transformasi Kesehatan Indonesia Berlanjut, Philips Mengubah Komitmen menjadi Dampak Nyata yang Bermakna untuk Indonesia

Fasilitas Cath Lab di RSUD Kabupaten Kediri yang mendukung layanan jantung dan pembuluh darah dengan teknologi dari Philips. (Foto: Dok. Philips)

Transformasi Kesehatan Indonesia Berlanjut, Philips Mengubah Komitmen menjadi Dampak Nyata yang Bermakna untuk Indonesia

Patrick Pinaria • 4 May 2026 10:00

Jakarta: Upaya memperkuat sistem kesehatan nasional terus berlanjut. Philips, pemimpin global di bidang teknologi kesehatan, turut mendukung peningkatan kapasitas layanan kesehatan di Indonesia melalui penyediaan teknologi Cath Lab di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia. Salah satu instalasi yang telah diselesaikan dan kini beroperasi melayani pasien berada di RSUD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan jantung dan stroke bagi masyarakat.

Fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam inisiatif Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) yang merupakan bagian dari proyek Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS) yang diinisiasi Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan memperluas akses layanan penyakit katastropik seperti jantung dan stroke  di seluruh Indonesia.

Cath Lab (catheterization laboratory) merupakan fasilitas medis khusus yang memungkinkan dokter melakukan prosedur diagnostik dan tindakan intervensi penyakit jantung dan pembuluh darah secara lebih cepat, akurat, dan minim invasif, sehingga waktu pemulihan pasien menjadi lebih singkat.


Perwakilan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan Philips berfoto bersama dalam seremoni penyelesaian instalasi Cath Lab di RSUD Kabupaten Kediri sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan rujukan di daerah. (Foto: Dok. Philips)
 

Membawa layanan jantung lebih dekat ke masyarakat

Direktur RSUD Kabupaten Kediri, dr. R. Gatut Rahardjo, Sp.An., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Kementerian Kesehatan dalam memperkuat jaringan layanan kesehatan rujukan nasional. Ia menegaskan bahwa kehadiran Cath Lab, dengan dukungan teknologi dan layanan dari Philips, memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kediri.

“Dengan tersedianya Cath Lab di RSUD Kabupaten Kediri, kini kami dapat memberikan layanan diagnostik dan intervensi jantung secara lebih cepat, tepat, dan komprehensif. Hal ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang dibutuhkan tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah,” ujar dr. Gatut.

Cath Lab di Kabupaten Kediri merupakan fasilitas pertama yang dibangun di bawah program SIHREN Kementerian Kesehatan, dengan Philips menyediakan teknologi, pelatihan, dan layanan pendukung sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional. Selanjutnya, instalasi serupa akan diperluas ke 38 provinsi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Selain menghadirkan infrastruktur, RSUD Kabupaten Kediri juga memperkuat kapasitas klinis melalui sesi proctorship Cath Lab bersama tim RSUD Dr. Soetomo, yang semakin meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam mengoperasikan Cath Lab. Langkah ini menunjukkan tidak hanya kesiapan fasilitas, tetapi juga komitmen berkelanjutan rumah sakit dalam meningkatkan kompetensi demi pelayanan yang optimal.

Melayani lebih dari 1,6 juta penduduk di Kabupaten Kediri dan sekitarnya, rumah sakit ini mencatat sekitar 150 hingga 200 kasus stroke setiap bulan dengan tren yang terus meningkat, termasuk pada usia produktif yang membutuhkan penanganan cepat. Dengan hadirnya Cath Lab, pasien kini dapat memperoleh tindakan tepat waktu tanpa harus dirujuk ke rumah sakit besar di kota lain.
 

Kemitraan strategis untuk akses kesehatan yang lebih inklusif

Bert Van Meurs, Executive Vice President dan Chief Business Leader of Image-Guided Therapy Philips, menyebut instalasi ini sebagai pencapaian penting dalam menghadirkan teknologi kesehatan canggih yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

“Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kemitraan strategis dalam menghadirkan perawatan minimal invasif yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan mengurangi hambatan akses, kita dapat meningkatkan hasil pengobatan bagi pasien jantung dan stroke  sekaligus mendorong kesetaraan layanan,” ujar Bert.


Momen foto bersama Direktur RSUD Kabupaten Kediri, dr. R. Gatut Rahardjo, Sp.An (tengah) dengan Executive Vice President dan Chief Business Leader of Image-Guided Therapy Philips, Bert Van Meurs (kiri) dan Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan (kanan) dalam momen seremoni peresmian instalasi Cath Lab. (Foto: Dok. Philips)

Philips juga berkomitmen memberikan pelatihan langsung kepada tenaga medis agar mereka dapat mengoperasikan teknologi ini secara mandiri dan optimal.

Selain Kediri, instalasi Cath Lab akan diperluas ke berbagai daerah di seluruh provinsi Indonesia berdasarkan prioritas Kementerian Kesehatan.

Melalui kemitraan strategis ini, Philips mendukung tujuan transformasi kesehatan nasional dengan menyediakan sistem Cath Lab canggih serta layanan pelatihan dan pemeliharaan untuk memperkuat infrastruktur kesehatan Indonesia.

Dengan hadirnya Cath Lab, rumah sakit daerah kini dapat memberikan layanan diagnostik dan terapi minimal invasif untuk penyakit kritis tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit besar di kota lain.

Hasilnya, risiko komplikasi lebih rendah, waktu penanganan dan pemulihan lebih singkat, serta biaya dan perjalanan pasien menjadi lebih efisien.

Astri Ramayanti Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Philips dalam mendukung agenda Transformasi Sistem Kesehatan Nasional.

“Perjalanan Philips di Indonesia selalu dibangun atas dasar kepercayaan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk mentransformasi layanan kesehatan bagi jutaan orang. Pendekatan kami menggabungkan teknologi, layanan, dan pelatihan untuk membantu rumah sakit mencapai potensi terbaiknya,” ujar Astri

Selain memperluas akses teknologi medis canggih, Philips juga memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui strategi local-for-local. Perusahaan memulai kemitraan dengan PT PHC Indonesia (sebelumnya Panasonic Healthcare Indonesia), anak usaha Gobel Group, serta PT Graha Teknomedika untuk memproduksi sistem Ultrasound dan perangkat patient monitor berteknologi tinggi di dalam negeri. Inisiatif ini mendukung pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan nasional.

Philips juga mendukung upaya preventif seperti skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dalam inisiatif PERKI, serta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pengembangan kapasitas klinis, inovasi kesehatan digital, serta pendirian pusat pelatihan dan pusat layanan teknis sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan jangka panjang.

Saat ini Philips memiliki lebih dari 3.900 karyawan di 12 kota di Indonesia serta mengoperasikan fasilitas manufaktur di Batam. Komitmen perusahaan juga ditunjukkan melalui Philips Future Health Index (FHI) 2025, studi global yang menyoroti peran AI dan inovasi digital dalam memperkuat sistem kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)