Ibu Cari Anaknya di Reruntuhan Usai Gempa Kembar Guncang Venezuela

Regu penyelamat berupaya mencari korban selamat akibat gempa yang melanda Venezuela. Foto: The New York Times

Ibu Cari Anaknya di Reruntuhan Usai Gempa Kembar Guncang Venezuela

Muhammad Reyhansyah • 26 June 2026 09:05

Caracas: Seorang ibu terus memanggil nama anaknya di tengah tumpukan puing bangunan apartemen 22 lantai yang ambruk akibat dua gempa kuat yang mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026. 

Sementara itu, warga sekitar berupaya mencari korban secara mandiri sebelum tim penyelamat tiba.

"Antonio, ini ibu, ibu ada di sini," teriak perempuan tersebut sambil berdiri di dekat reruntuhan bangunan di kawasan permukiman Petunia, Los Palos Grandes, Caracas.

Sejumlah tetangga tampak memanjat puing-puing bangunan untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Mereka hanya ditemani seorang polisi ketika menunggu kedatangan petugas penyelamat.

"Kami butuh senter," kata salah seorang relawan dadakan.

Nama lain, "Tania", juga terus dipanggil oleh warga yang berharap masih ada korban selamat di balik reruntuhan. Di lokasi, seorang pria terlihat menangis menyaksikan bangunan tempat tinggal itu hancur.

Gempa Kembar Luluhlantakkan Caracas 

Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5, menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), mengguncang wilayah yang sama di Venezuela sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Guncangan tersebut menyebabkan bangunan-bangunan di Caracas runtuh dan memaksa ribuan warga berlarian keluar menuju jalanan.

Pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah gempa utama.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut negara bagian Trujillo, Carabobo, Miranda, dan La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.


Apartemen di Venezuela yang rusak akibat gempa. Foto: The New York Times

Hingga kini pemerintah belum mengonfirmasi adanya korban jiwa. Cabello hanya menyatakan terdapat korban luka, namun belum merinci jumlahnya.

Los Palos Grandes menjadi salah satu kawasan yang mengalami kerusakan berat. Wilayah tersebut juga pernah mengalami kehancuran serupa saat gempa besar melanda Caracas pada 1967.

Tak jauh dari lokasi apartemen yang ambruk, warga yang baru keluar dari sebuah pusat perbelanjaan masih diliputi kepanikan.

Detik-detik Kepanikan Warga

"Anak tangganya terlepas, seluruh dinding retak. Benda-benda berjatuhan dari langit-langit. Sangat mengerikan," kata pegawai bank berusia 54 tahun, Odalis Escalona.

Saksi lainnya, Zenia Gonzalez, mengatakan dirinya bersama pengunjung lain menunggu guncangan mereda sebelum berlari menuruni eskalator.

"Kami menunggu hingga guncangannya mereda lalu berlari turun melalui eskalator. Kami harus menunggu karena guncangannya terlalu kuat. Gempanya berlangsung cukup lama," ujarnya kepada AFP.



Di kawasan La Castellana, warga lainnya, Maria Romero, juga langsung meninggalkan apartemennya ketika gempa terjadi.

"Bangunannya berguncang sangat kuat dan terdengar suara gemuruh yang dalam," kata insinyur berusia 48 tahun itu.

Romero mengaku sempat mempertimbangkan berlindung di bawah meja sebelum akhirnya memutuskan keluar dari bangunan.

Akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan di Caracas mengalami kerusakan. Rodriguez kemudian menetapkan status darurat, sementara bandara utama Venezuela ditutup karena mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Beberapa saat setelah gempa kembar mengguncang Venezuela, gempa kuat juga terjadi di Jepang bagian utara. Namun, otoritas cuaca Jepang menyatakan tidak ada korban maupun kerusakan material yang dilaporkan.

(Fajar Nugraha)