Mantan Sekretaris Luar Negeri India, Shyam Saran, dalam Middle Powers Conference di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)
Negara Kekuatan Menengah Dinilai Penting dalam Meredam Gejolak Dunia
Willy Haryono • 14 April 2026 14:29
Jakarta: Peran negara-negara kekuatan menengah (middle powers) dinilai semakin krusial dalam menjaga stabilitas global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia.
Pandangan ini disampaikan Mantan Sekretaris Luar Negeri India, Shyam Saran, dalam Middle Powers Conference 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
"India sangat menyambut baik peran negara-negara kekuatan menengah yang mampu mengupayakan perdamaian di kawasan," ucapnya.
Saran menilai dinamika hubungan antarnegara besar saat ini semakin tidak stabil dan sulit diprediksi. Dalam kondisi tersebut, negara-negara kekuatan menengah justru memiliki ruang lebih besar untuk memainkan peran penyeimbang.
Ia mencontohkan hubungan India dengan Amerika Serikat yang saat ini diwarnai ketidakpastian di tingkat politik, meski kerja sama teknis tetap berjalan di berbagai sektor seperti pertahanan, teknologi, dan penanggulangan terorisme.
Menurut Saran, kondisi ini mencerminkan perubahan lanskap global, di mana stabilitas tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan besar, melainkan juga oleh kemampuan negara-negara menengah dalam menjaga kesinambungan kerja sama.
Di tengah tekanan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif dan gangguan rantai pasok, negara-negara middle power dinilai memiliki fleksibilitas lebih dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas internasional.
Selain itu, perkembangan di kawasan seperti Afghanistan juga menunjukkan bagaimana pendekatan pragmatis negara-negara menengah dapat membantu meredam potensi konflik dan menjaga hubungan regional tetap terkendali.
Para pembicara dalam forum tersebut sepakat bahwa peran middle power akan semakin penting ke depan, terutama dalam membangun koalisi lintas kawasan, menjaga jalur komunikasi, serta mendorong solusi damai di tengah rivalitas kekuatan besar. (Keysa Qanita)
Baca juga: Konsultasi Geopolitik dan Kerja Sama Energi Jadi Agenda Utama Prabowo ke Rusia