Piala Dunia 2026. Foto: Dok. FIFA.
Pelatih Afsel Kritik Arsitektur Stadion Usai Ditahan Imbang Ceko
Khoerun Nadif Rahmat • 19 June 2026 08:25
Jakarta: Pelatih tim nasional Afrika Selatan, Hugo Broos, melontarkan sejumlah kritik tajam setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko pada pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2026 di Atlanta. Di antaranya struktur stadion yang tertutup.
"Jika saya boleh jujur, ini bukan stadion sepak bola. Ini stadion yang bagus, stadion yang fantastis, semua yang Anda inginkan ada. Namun hanya rumputnya yang mencerminkan sepak bola. Sisanya tidak," ujar Broos dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 19 Juni 2026.
Laga berlangsung di bawah atap tertutup stadion modern markas tim NFL Atlanta Falcons dan tim MLS Atlanta United. Broos mengakui kehebatan fasilitas tersebut bagi kenyamanan penonton, namun ia tetap bersikeras pada pandangannya.
Kondisi stadion futuristik di Atlanta ini sangat kontras dengan laga perdana Afsel saat menghadapi Meksiko pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca. Saat itu, Afsel takluk 0-2 dari tuan rumah Meksiko.
Selain masalah infrastruktur, Broos merasa terganggu oleh aturan jeda minum (drinks break) di tengah-tengah setiap babak. Ia menilai jeda tersebut tidak diperlukan mengingat suhu di dalam stadion sudah diatur oleh kendali iklim.
%20(1).jpg)
Piala Dunia. Foto: FIFA.
"Ketika pada momen itu Anda sedang menjadi tim yang lebih baik dan mendominasi, tiba-tiba dominasi Anda terhenti selama lima menit atau entah berapa lama, di stadion ini, kami tidak perlu minum setelah 20 menit," sebut Broos.
Hasil imbang itu menjaga asa Afsel untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Kemenangan pada laga pamungkas Grup A melawan Korea Selatan kemungkinan besar akan mengamankan tiket ke babak 32 besar, setidaknya sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
"Jika kami bisa menunjukkan performa lain seperti hari ini, saya pikir kami memiliki peluang untuk melaju ke babak kedua. Saya sangat bangga dengan tim saya, dan inilah Bafana Bafana yang sebenarnya," tutup Broos.