Maman Abdurrahman: Pengembangan UMKM Butuh Sinergi Antarpihak

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Foto: Dok. Istimewa.

Maman Abdurrahman: Pengembangan UMKM Butuh Sinergi Antarpihak

Siti Yona Hukmana • 18 June 2026 18:16

Jakarta: HIPMI Jakarta Selatan bersama Musawarah dan SMESCO Indonesia menggelar Musawarah Fest untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan UMKM. Kegiatan ini didukung karena dinilai simbol sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia.

“Kolaborasi antar pihak sangat penting dalam pengembangan industri UMKM," kata Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Maman menyebut Kementerian UMKM bersama Bappenas telah mengembangkan super-app ‘Sapa UMKM’ untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM yang lebih masif lagi. Namun, kolaborasi sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan tak kalah penting dilakukan. 

Musawarah Fest diposisikan sebagai salah satu implementasi nyata program Made in Jaksel. Adapun, BPC HIPMI Jakarta Selatan mengusung program Made in Jaksel yang berperan sebagai wadah promosi dan penguatan identitas kolektif bagi berbagai usaha binaan HIPMI Jakarta Selatan.

Program ini diperkuat melalui program kedua, KolaborAksi yang melibatkan Kementerian UMKM, SMESCO Indonesia, lembaga perbankan, komunitas bisnis syariah Kajian Musawarah, serta berbagai mitra strategis lainnya yang memiliki visi bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara program ketiga, Syariah Link hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui edukasi, promosi, dan perluasan akses jejaring bagi pelaku usaha berbasis syariah. 

Penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Berbagai agenda strategis pemerintah, mulai dari peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan penggunaan produk dalam negeri, hingga penciptaan lapangan kerja melalui sektor usaha produktif, tercermin dalam pelaksanaan kegiatan ini. 

Kegiatan Musawarah Fest di Gedung SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan pada 6-7 Juni 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi lintas sektor dapat menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas. 

Apalagi, partisipasi lebih dari 10.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan pada 6-7 Juni di Gedung SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk lokal, ekonomi kreatif, dan peluang usaha yang berkembang di Indonesia. Ribuan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap kewirausahaan dan ekonomi syariah. 

Acara ini turut diramaikan oleh sejumlah tokoh publik, pemuka agama, dan figur inspiratif yang memberikan wawasan serta motivasi kepada para peserta. Di antaranya mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, Ustaz Oemar Mita, publik figu Ricky Perdana, Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Chand Kelvin, Muhammad Assad, Dimas Seto, Dhini Aminarti, Fitri Tropica, Irish Bella, Paula Verhoeven, Shafira UMM, serta Terry Putri.

(Siti Yona Hukmana)