Ilustrasi. Foto: dok PGN.
Fundamental Bisnis Kuat, Fitch Pertahankan Rating PGN 'BBB-' dengan Outlook Stabil
Husen Miftahudin • 12 March 2026 11:24
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mempertahankan peringkat kredit investment grade pada level BBB- dengan Outlook Stabil dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings untuk mata uang asing maupun rupiah.
Penegasan peringkat ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, kekuatan arus kas, serta posisi strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional, di tengah dinamika pasar dan penyesuaian outlook terhadap sejumlah korporasi Indonesia setelah perubahan outlook sovereign Indonesia oleh Fitch.
Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan menyampaikan afirmasi rating tersebut menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap fundamental bisnis dan stabilitas operasional PGN.
"Penegasan peringkat BBB- dengan Outlook Stabil mencerminkan ketahanan fundamental PGN yang didukung oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis, kinerja operasional yang andal, serta pengelolaan keuangan yang disiplin," jelas Catur dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.
Sebagai pengelola lebih dari 95 persen jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia, PGN memiliki jaringan transmisi dan distribusi gas yang luas dan melayani berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pembangkit listrik, komersial hingga rumah tangga. Peran tersebut menjadikan PGN sebagai operator infrastruktur energi yang penting dalam sistem energi nasional serta mendukung ketahanan energi domestik.
| Baca juga: PGN Bidik Volume Penyaluran Niaga Gas 877 BBTUD di 2026, Naik 4% |

(Ilustrasi. Foto: dok PGN)
Cetak pendapatan USD3,9 miliar
Pada 2025, PGN mencatatkan pendapatan sebesar USD3,9 miliar dengan EBITDA mencapai USD971,2 juta, serta mempertahankan posisi arus kas yang kuat sebesar USD1,3 miliar. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di masa mendatang.
Profil keuangan PGN juga menunjukkan penguatan yang konsisten. Interest coverage ratio meningkat menjadi 17,44x pada akhir 2025 dibandingkan 15,83x pada tahun sebelumnya, mencerminkan kemampuan EBITDA perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga secara sangat memadai.
Selain itu, rasio debt-to-equity juga membaik menjadi 30,5 persen dari sebelumnya 34,6 persen, yang menunjukkan pengelolaan struktur permodalan yang prudent serta disiplin keuangan yang terjaga.
Ke depan, PGN akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional, integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
"PGN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia," tutup Catur.