Sekolah khusus putri di Iran yang terkena serangan udara. (Anadolu Agency)
Rekaman Baru Tunjukkan Rudal AS Hantam Fasilitas IRGC Dekat Sekolah Putri di Iran
Willy Haryono • 9 March 2026 15:05
Teheran: Rekaman video baru menunjukkan rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat (AS) menghantam fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari.
Laporan tersebut disampaikan lembaga investigasi berbasis di Belanda, Bellingcat, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Media Bellingcat menyatakan rekaman yang dirilis kantor berita Iran Mehr News Agency berhasil dilacak lokasinya dan menunjukkan titik dampak rudal di fasilitas militer. Analisis tersebut juga memperlihatkan asap sudah terlihat dari sekolah putri di dekat lokasi serangan yang dilaporkan menewaskan lebih dari 170 orang.
Menurut Bellingcat, rudal Tomahawk hanya dimiliki oleh militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh Amerika Serikat.
Laporan tersebut bertentangan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyalahkan Iran atas insiden tersebut.
“(Serangan) itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisinya,” ucap Trump kepada wartawan, dikutip dari media Anadolu Agency, Senin, 9 Maret 2026.
Sementara itu, penyelidikan militer Amerika Serikat masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti serangan. Sejumlah analisis media internasional juga mengarah pada kemungkinan keterlibatan pasukan Amerika Serikat.
Citra Satelit
The Wall Street Journal melaporkan penyelidik militer AS menduga pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun laporan tersebut juga menyebut bangunan di dekat sekolah diduga digunakan sebagai markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).Analisis The New York Times berdasarkan citra satelit dan video menunjukkan sekolah tersebut terkena dampak pada waktu yang hampir bersamaan dengan serangan presisi di pangkalan angkatan laut IRGC yang berada di dekatnya. Seorang mantan pejabat Angkatan Udara AS menilai kemungkinan besar terjadi kesalahan identifikasi target.
BBC Verify juga menemukan beberapa titik ledakan dan bekas kebakaran di sekitar sekolah serta fasilitas militer IRGC di dekatnya. Pola kerusakan tersebut dinilai menunjukkan penggunaan amunisi yang mampu menembus bangunan.
Rekonstruksi yang dilakukan media The Guardian menunjukkan sekolah tersebut berada sangat dekat dengan kompleks militer IRGC dan hanya dipisahkan oleh sebuah tembok. Sementara laporan Middle East Eye menyebut kemungkinan terjadi serangan kedua yang menghantam area tersebut ketika warga mencari perlindungan.
Serangan pada 28 Februari terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh dilaporkan menewaskan lebih dari 170 orang, banyak di antaranya anak-anak.
UNESCO menyebut kematian para siswa sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan meminta penyelidikan menyeluruh, sementara hingga kini belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab. (Keysa Qanita)
Baca juga: Bom yang Hantam Sekolah Siswi di Iran Diyakini Berasal dari AS