Mulai Rp150 Ribuan, Begini Cara Anak Muda Menyiapkan Dana Pensiun

Ketua Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Arvist Firmansyah. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.

Mulai Rp150 Ribuan, Begini Cara Anak Muda Menyiapkan Dana Pensiun

Husen Miftahudin • 3 September 2026 16:32

Jakarta: Menyiapkan dana pensiun tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar atau pekerjaan tetap. Anak muda, termasuk mahasiswa yang sudah memperoleh penghasilan dari pekerjaan lepas atau freelance, dapat mulai menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan masa depan.

Ketua Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Arvist Firmansyah mengatakan dana pensiun sebaiknya dipersiapkan sejak seseorang mulai memiliki penghasilan. Besaran iuran dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

"Dana pensiun bisa disiapkan dari mereka punya penghasilan, contohnya masih mahasiswa yang sudah punya penghasilan dari projek. Besarannya kita melihat dari peserta dulu, kalau mampunya Rp150 ribu bisa dan sebenarnya fleksibel," ucap Firmansyah di sela konferensi pers One Avrist Synergy, Avrist Group, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Firmansyah, besaran iuran bersifat fleksibel. Anak muda dapat memulai dengan nominal yang sesuai kemampuan, kemudian meningkatkan iuran ketika penghasilan bertambah.
 

(Konferensi pers One Avrist Synergy, Avrist Group. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
 

Hitung target dana pensiun


Masyarakat dapat memperkirakan kebutuhan dana pensiun menggunakan kalkulator pensiun. Menurut Firmansyah, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk melakukan simulasi berdasarkan besaran iuran maupun target dana yang ingin dicapai.

"Kita bisa menghitung, kalau kita mau setor berapa, nanti kira-kira 50 tahun atau 30 tahun lagi kita dapatnya berapa. Atau kalau kita mau target misalnya Rp1 miliar dalam tiga tahun lagi, nanti dihitung berapa iuran di setiap bulannya dan itu ada simulasinya," ucap dia.

Melalui simulasi tersebut, masyarakat dapat memperkirakan potensi dana yang terkumpul dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan sejak dini juga dapat membantu anak muda memahami kebutuhan dana pensiun dan menentukan besaran iuran sesuai kemampuan keuangan. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)