Ilustrasi penerbangan. Foto: Dok. Medcom.id.
Penutupan Sementara Bandara Soetta Diperpanjang Imbas Erupsi Anak Krakatau
Fachri Audhia Hafiez • 6 September 2026 07:48
Jakarta: Penutupan sementara operasional Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperpanjang hingga Minggu, 6 September 2026, pukul 09.30 WIB. Kondisi ini akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terdeteksi di area penerbangan.
"Penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Baca Juga :
Perpanjangan penutupan wilayah udara ini berdampak signifikan pada operasional penerbangan. Berdasarkan data perbarui pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak.
Rute dengan dampak terbanyak mencakup Makassar (UPG) untuk domestik dengan 16 pergerakan, serta Singapura (SIN) untuk internasional dengan 11 pergerakan.
Sektor penerbangan internasional mencatatkan 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan ulang untuk rute Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur. Sementara pada penerbangan domestik, terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan untuk rute Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Ilustrasi penumpang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M.
Di sisi lain, pihak pengelola memastikan seluruh armada yang tengah parkir atau Remain Over Night (RON) sebanyak 170 pesawat dalam kondisi aman. Rinciannya tersebar di Terminal 1 (66 pesawat), Terminal 2 (51 pesawat), Terminal 3 (49 pesawat), dan area Kargo (4 pesawat).
Ditjen Perhubungan Udara kini berfokus pada penanganan penumpang di terminal serta mengantisipasi dampak berantai (cascading impact) pada pemulihan jadwal penerbangan dan rotasi pesawat.
"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Lukman.
Pemerintah mengimbau calon penumpang agar tidak terburu-buru datang ke bandara dan aktif memantau pembaruan status penerbangan dari pihak maskapai. Pemantauan intensif terus dilakukan bersama operator bandara, AirNav Indonesia, serta BMKG.