Ilustrasi. Foto: Dok MI
Sempat Dibuka Menguat, IHSG Anjlok 73 Poin
Eko Nordiansyah • 23 January 2026 09:59
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini dibuka menguat hanya beberapa saat, namun kembali melemah setelahnya. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 23 Januari 2026, IHSG berada di posisi 9.031,494.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.47 WIB, IHSG langsung ambles 73,938 poin setara 0,82 persen ke level 8.918,245. IHSG berada di level terendah 8.868,399.
Adapun sebanyak 141 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 448 saham lainnya melemah dan 118 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp9,556 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 21,026 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp16.233,257 triliun.
IHSG berpotensi rebound
Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin, 22 Januari ditutup turun 0,2 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp964 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan BBRI.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada Kamis, 22 Januari, melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut setelah meredanya kekhawatiran geopolitik terkait rencana tarif baru dan isu Greenland. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen, S&P 500 menguat 0,55 persen dan Nasdaq Composite naik 0,91 persen.
Di sisi lain, pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Kamis, 22 Januari, mengikuti kenaikan Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancamannya untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa. Trump menarik kembali pernyataannya soal kemungkinan penerapan tarif terkait isu Greenland.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,87 persen dan Kosdaq melesat dua persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 meningkat 1,73 persen dan Topix menguat 0,74 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,75 persen dan Hang Seng Hong Kong menguat 0,17 persen.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi rebound hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8950-8980 dan Resist IHSG: 9050-9100," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.
.jpg)