Cuaca Ekstrem, Tiga Jalur Pendakian Gunung di Kota Batu Ditutup Sementara

Ilustrasi penutupan tiga jalur pendakian gunung di Kota Batu. Dokumentasi/istimewa.

Cuaca Ekstrem, Tiga Jalur Pendakian Gunung di Kota Batu Ditutup Sementara

Daviq Umar Al Faruq • 21 January 2026 16:07

Batu: Hujan deras disertai cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada aktivitas pendakian gunung di Kota Batu, Jawa Timur. Untuk menghindari risiko kecelakaan, pengelola resmi menutup sementara tiga jalur pendakian.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani, Akhmad Syarifudin, menyampaikan penutupan tersebut meliputi jalur pendakian Gunung Bokong, Gunung Buthak, dan Gunung Panderman. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang dinilai tidak aman bagi para pendaki.

“Penutupan dilakukan karena adanya cuaca buruk, keputusan ini diambil demi keselamatan dan keamanan para pendaki,” kata Syarifudin, Rabu, 21 Januari 2026.
 


Gunung Buthak menjadi gunung pertama yang ditutup sejak 17 Januari 2026. Sementara jalur pendakian Gunung Bokong dan Gunung Panderman menyusul ditutup sehari kemudian, yakni pada 18 Januari 2026.

Kebijakan penutupan tersebut berlaku untuk seluruh akses pendakian tanpa pengecualian dan diterapkan hingga kondisi cuaca kembali aman. Pengelola akan mengevaluasi secara berkala dengan terus memantau kondisi di lapangan.

“Waktu penutupan dilakukan sampai cuaca membaik. Akan kita lakukan evaluasi berkala hingga dinyatakan aman kembali,” tambah Syarifudin.


Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews


Sementara itu, peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan puncak musim hujan masih berpotensi berlangsung hingga Maret 2026. Kondisi tersebut meningkatkan risiko longsor, angin kencang, serta jalur licin di kawasan pegunungan.

Atas dasar itu, pihak pengelola mengimbau calon pendaki mematuhi kebijakan ini. Pendaki diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian di tengah cuaca ekstrem.

“Kami imbau kepada pendaki untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melakukan pendakian saat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Malang Raya,” tandas Syarifudin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)