Bus Persela Diduga Diserang Pakai Batu saat Tandang ke Sleman

Tangkapan layar kondisi bus Persela. Dokumentasi/Media Sosial

Bus Persela Diduga Diserang Pakai Batu saat Tandang ke Sleman

Ahmad Mustaqim • 20 January 2026 11:36

Yogyakarta: Bus pengangkut pemain dan ofisial Persela Lamongan diduga diserang memakai batu saat tim tersebut tandang menghadapi PSS Sleman pada lanjutan Champonship League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 18 Januari 2026. Peristiwa tersebut diunggah di beberapa media sosial. 

Bus tersebut mengalami rusak dan bolong pada bagian kaca di sisi kanan bagian depan. Sebuah batu sekepalan tangan orang dewasa tampak pada unggahan di media sosial. Di sisi lain, laga antara kedua tim berakhir 1-1. 

Manajemen PSS Sleman menyatakan prihatin atas insiden yang menimpa bus tim Persela Lamongan. Pihak manajemen PSS mendapat informasi peristiwa itu terjadi di luar DIY.  

"Manajemen PSS Sleman menyayangkan dan turut prihatin atas insiden pelemparan batu yang menimpa bus tim Persela Lamongan di wilayah Klaten, Jawa Tengah, saat perjalanan kembali menuju Lamongan," kata Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti pada Selasa, 20 Januari 2026.

Tangkapan layar kondisi bus Persela. Dokumentasi/Media Sosial

Berdasarkan informasi yang diterima, insiden tersebut mengakibatkan kerusakan minor pada kaca bus. Meski demikian, bus tetap dapat melanjutkan perjalanan hingga tujuan, dan dipastikan tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut.

Manajemen PSS Sleman menggaris bawahi bahwa insiden ini terjadi di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun pihaknya tetap menyampaikan empati dan keprihatinan atas kejadian yang menimpa tim tamu.

"Kami mengapresiasi respons cepat serta dukungan dari masyarakat sekitar yang turut membantu menjaga kondusivitas sehingga situasi dapat terkendali dengan baik," ujar Vita. 

Pihaknya berharap kejadian serupa tak lagi terjadi pada masa-masa ke depan. Ia berharap para pihak yang menginginkan kemajuan sepak bola kian dewasa dan memberikan dukungan. 

"Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang dan menjadi perhatian bersama seluruh pihak demi kemajuan sepak bola nasional," ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)