Hunian sementara warga Aceh Tamiang terdampak bencana. Foto: Istimewa
Pemulihan Bencana Sumatra, Distribusi Logistik Capai 99,76 Persen
Lukman Diah Sari • 21 January 2026 08:37
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi basah di wilayah Sumatra. Upaya tersebut difokuskan pada pembangunan hunian sementara, pemulihan kawasan permukiman, serta pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan.
“Percepatan pembangunan hunian sementara, pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar wilayah terdampak semakin kondusif untuk dihuni kembali,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam rilis resmi, dikutip pada Rabu, 21 Januari 2026.
BNPB juga mencatat distribusi logistik telah mendekati target maksimal. Berdasarkan laporan sejak 29 November 2025 hingga 19 Januari 2026, total bantuan logistik yang disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.757,03 ton atau 99,76 persen dari total logistik yang tersedia.
“Penyaluran bantuan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, baik udara, darat, maupun laut,” kata Abdul.
Sementara itu, distribusi logistik harian pada 19 Januari 2026 menunjukkan, di Provinsi Aceh penyaluran melalui jalur udara dilakukan sebanyak 10 sorti dengan muatan 9,9 ton, serta jalur darat menggunakan tiga truk dengan muatan 7,5 ton. Dengan demikian, total logistik yang tersalurkan di Aceh pada hari tersebut mencapai 17,4 ton.
“Untuk wilayah Sumatra Utara, distribusi logistik dilakukan melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan total muatan 10,31 ton. Sedangkan di Sumatra Barat, bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat sebesar 0,19 ton,” jelas Abdul.
.jpeg)
Hunian sementara warga Aceh Tamiang terdampak bencana. Foto: Istimewa
Sementara itu, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) juga terus dilakukan dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadan. Dari total 50.974 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan 27.946 unit huntara.
“Hingga 20 Januari 2026, sebanyak 6.646 unit huntara masih dalam proses pembangunan, sementara 1.286 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” ujar Abdul.
Selain huntara, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 13.082 unit, dengan 648 unit di antaranya telah memasuki tahap konstruksi.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB juga mengoptimalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH).
“Pengajuan DTH hingga 20 Januari 2026 telah mencapai 18.953 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 9.585 rekening penerima telah dinyatakan siap, dan bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.929 kepala keluarga,” ungkap Abdul.