Akses pendidikan yang sulit di pedalaman Kabupaten Kuansing, Riau, mendorong Aipda Mariono, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pangean, menggagas pendirian Sekolah Jauh sejak 2010 (Foto:Dok.MetroTV)
Polisi Bangun Sekolah Jauh di Pedalaman Kuansing sejak 2010, Puluhan Anak Kini Bisa Mengenyam Pendidikan
Rosa Anggreati • 6 August 2026 16:55
Jakarta: Akses pendidikan yang sulit di pedalaman Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendorong seorang anggota Polri mengambil langkah di luar tugas kepolisian. Ia adalah Aipda Mariono, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pangean. Berbekal kepedulian terhadap masa depan anak-anak desa, Aipda Mariono menggagas pendirian "Sekolah Jauh" sejak 2010. Langkah ini diambil agar siswa tidak lagi harus menjalani perjalanan berjam-jam menuju sekolah induk.
Sekolah Jauh SDN 002 Logas di Desa Sungai Langsat, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuansing, Riau, kini telah memasuki tahun ajaran baru dengan menerima 16 siswa baru kelas I. Total terdapat sekitar 73 siswa yang belajar dari kelas I hingga kelas VI.
Aipda Mariono mengatakan, inisiatif mendirikan sekolah tersebut muncul setelah melihat banyak anak kesulitan mengakses pendidikan karena lokasi sekolah induk berada sangat jauh dari permukiman warga.
"Perjalanan menuju sekolah induk memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, bergantung kondisi cuaca. Anak-anak tidak memungkinkan belajar ke sana setiap hari. Oleh karena itu kami bersama masyarakat berinisiatif membangun Sekolah Jauh dengan fasilitas sederhana dari papan dan kayu," ujarnya.
Semangat gotong royong menjadi fondasi berdirinya sekolah tersebut. Awalnya hanya memiliki satu tenaga pengajar, kini Sekolah Jauh didukung tujuh guru. Empat guru dikirim dari SD Negeri 002 Logas sebagai sekolah induk, sementara tiga lainnya berasal dari wilayah sekitar sekolah.

(Foto:Dok.MetroTV)
Meski berada di lokasi terpencil, sistem pembelajaran tetap mengacu pada sekolah induk. Kegiatan belajar mengajar, kurikulum, hingga pembagian rapor dilaksanakan dengan standar yang sama seperti sekolah dasar negeri lainnya.
"Kalau Ujian Nasional memang kita laksanakan di kelas Induk. Karena di kelas jauh tidak ada jaringan internet. Kalau masalah ujian semester sudah lama kita laksanakan di kelas masing-masing," ucap Kepala Sekolah SDN 002 Logas, Haris Muslihat.
Perjuangan para guru pun tidak ringan. Sebagian harus menempuh perjalanan lebih dari 25 kilometer melalui jalur yang sulit dilalui, terutama saat hujan. Mereka umumnya menggunakan sepeda motor untuk mencapai sekolah.
"Jadi kadang-kadang namanya ibu-ibu ini kan jauh, yang empat orang ini kan jauh dari Pangean ke sini. Jadi kalau hujan itu jalannya kadang tidak bisa lewat. Kami naik motor untuk ke sini," kata Saripah, guru Sekolah Jauh.
Apresiasi Orang Tua Siswa
Berdiri kokoh belasan tahun, Sekolah Jauh yang diinisiasi Aipda Mariono pun dirasakan manfaatnya oleh wali murid. Mereka mengakui anak-anaknya kini dapat bersekolah lebih dekat dengan tempat tinggal, sehingga tidak lagi terkendala jarak.
"Adanya sekolah jauh ini sangat membantu anak-anak kami. Terima kasih kepada Pak Mariono karena sudah mendirikan sekolah ini sehingga anak-anak bisa belajar dengan lancar," ujar Kusnan, wali murid Sekolah Jauh.

(Foto:Dok.MetroTV)
Kapolsek Pangean, Iptu Mario Suwito menilai sekolah tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Menurutnya, perjalanan menuju sekolah induk tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga memiliki risiko keselamatan.
"Ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau harus ke sekolah utama, waktunya lama dan risikonya tinggi. Kegiatan ini perlu dipertahankan karena menyangkut masa depan anak-anak," kata Iptu Mario Suwito.
Selain mendukung keberlangsungan sekolah, jajaran Polsek secara rutin memberikan bantuan perlengkapan alat tulis kepada siswa setiap awal tahun ajaran sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan di daerah terpencil.
Tak hanya bergerak di bidang pendidikan formal, Mariono juga menginisiasi taman pendidikan Al-Qur'an (TPQ), pembinaan olahraga usia muda, hingga pelestarian budaya Pacu Jalur sebagai upaya membangun karakter generasi muda di desa binaannya.