Gus Ipul Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terjangkau PBI Jaminan Kesehatan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Metrotvnews.com/Fachri

Gus Ipul Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terjangkau PBI Jaminan Kesehatan

Ficky Ramadhan • 9 February 2026 15:16

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan persoalan salah sasaran dalam program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) masih sangat tinggi. Berdasarkan temuan Kemensos, puluhan juta masyarakat miskin belum terjangkau bantuan, sedangkan sebagian warga mampu masih tercatat sebagai penerima.

Gus Ipul menyebutkan sekitar 54 juta penduduk miskin belum menerima manfaat PBI JK. Di sisi lain, kurang lebih 15 juta orang yang masuk kategori mampu justru terdaftar sebagai penerima bantuan.

"Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masih ada penduduk desil 1 dan 5 yang belum menerima PBI JK, sementara sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima. Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil mencapai 15 juta lebih," kata Gus Ipul dalam rapat bersama Pimpinan DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Gus Ipul menjelaskan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran pada 2025. Kementerian Sosial mulai menggunakan pembagian desil sebagai dasar untuk memperbaiki ketepatan penyaluran bantuan.

"Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata, sehingga data kita makin tahun makin akurat," ujar Gus Ipul.
 

Baca Juga: 

DPR dan Pemerintah Sepakati BPJS PBI Dijamin 3 Bulan di Masa Pemutakhiran Data



Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: dok MI

Gus Ipul menambahkan pemerintah telah mengalihkan kepesertaan secara bertahap sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini dinilai mampu menekan tingkat inclusion error dan exclusion error secara signifikan.

Exclusion error merujuk pada kondisi masyarakat yang seharusnya menerima PBI, namun belum terdaftar. Sedangkan, inclusion error adalah mereka yang tidak berhak tetapi masih menerima bantuan.

"Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi, termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK," tutur Gus Ipul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)