Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia Economic Outlook 2026. Foto: Youtube Setpres.
Presiden Targetkan Zero Error Pelaksanaan MBG
Kautsar Widya Prabowo • 13 February 2026 18:02
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan zero error dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Negara menegaskan target tersebut harus tercapai.
"Kita ingin zero error, itu harus kita capai," kata Prabowo dalam pidatonya pada kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Awalnya, RI 1 mengungkapkan hingga saat ini program MBG telah menjangkau 60.200.000 penerima manfaat. Jika diakumulasi, total produksi dan distribusi makanan yang telah dilakukan pemerintah mencapai 4,5 miliar porsi.
“Saudara-saudara, dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan. 4,5 miliar," ungkap Prabowo.
Baca Juga :
Pamer Capaian Jumlah Penerima MBG, Presiden: Setara Beri Makan Penduduk Afsel Setiap Hari
Namun, pemerintah mencatat adanya 28.000 penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan dengan berbagai sebab. Prabowo menekankan bahwa sebagian besar dari jumlah tersebut tidak memerlukan perawatan intensif.
“Dan kita mengakui terdapat 28.000 katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab. 28.000 ini sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil,” katanya.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Antara.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan total 4,5 miliar porsi yang telah didistribusikan, angka tersebut secara statistik sangat kecil, yakni sekitar 0,00006 persen atau tingkat keberhasilan 99,99994 persen.
“Berarti ini adalah 99,99994 persen. Mereka yang pintar-pintar, makanya saya presiden, kok ya menteri saya gitu. Yang pintar mereka, jadi kalau nggak pintar nggak duduk di situ mereka itu,” ujarnya berseloroh.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri. Ia ingin standar pelaksanaan MBG terus ditingkatkan.