Kodim Pangandaran Siapkan Perbaikan Jembatan Pongpet Ambruk saat Peresmian

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memeluk warga usai selamat dari ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. (Dokumentasi/ Instagram @citrapitriyami1207)

Kodim Pangandaran Siapkan Perbaikan Jembatan Pongpet Ambruk saat Peresmian

Yosep Trisna • 1 September 2026 09:27

Pangandaran: Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan dievaluasi dan diperbaiki setelah ambruk saat prosesi peresmian pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengakui adanya kekeliruan dalam pengendalian jumlah warga yang melintas saat jembatan diresmikan.

“Penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim pada saat pelaksanaan peresmian, kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut,” kata Letkol Czi Citra Kurniawan, Senin, 31 Agustus 2026.

Citra mengatakan jembatan dilintasi puluhan warga secara bersamaan saat peresmian hingga beban yang diterima melebihi kapasitas. Menurut dia, evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bagian dari penanganan insiden tersebut.

Ia menjelaskan pembangunan Jembatan Gantung Pongpet dilakukan secara gotong royong melalui program padat karya. Untuk kebutuhan anggaran perbaikan, Kodim 0625/Pangandaran masih melakukan penghitungan.

Citra juga menyatakan proses perbaikan akan dipercepat. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran akan ditingkatkan untuk memastikan aspek keamanan dalam pengerjaan dan penggunaan infrastruktur jembatan.
 


Akses Warga Terganggu

Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet turut memengaruhi aktivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya. Hingga Senin, akses menuju jembatan masih ditutup.

Penutupan tersebut membuat warga harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh. Kondisi serupa turut dirasakan anak-anak sekolah yang harus memutar melalui wilayah hingga empat desa.

Kepala Desa Margacinta Enceng mengatakan keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat. Jembatan menjadi salah satu akses untuk mendukung mobilitas warga, termasuk aktivitas pariwisata, ketahanan pangan, dan pendidikan.

Menurut Enceng, masyarakat sebelumnya menyambut pembangunan jembatan baru tersebut karena akses itu dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari warga.


Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memeluk warga usai selamat dari ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. (Dokumentasi/ Instagram @citrapitriyami1207)


Ketika jembatan tidak dapat digunakan, warga yang membutuhkan layanan maupun mereka yang hendak mengangkut hasil bumi harus menempuh jalur alternatif melalui desa-desa tetangga. Jarak perjalanan dapat mencapai sekitar 5 kilometer.

Pemerintah desa bersama masyarakat berharap perbaikan jembatan dapat segera dilakukan oleh Kodim 0625/Pangandaran. Selain perbaikan dalam waktu dekat, pemerintah daerah juga diharapkan merealisasikan rencana penanganan jangka panjang untuk memastikan keamanan dan kelancaran akses warga.

Insiden tersebut terjadi ketika Jembatan Gantung Pongpet yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diresmikan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Jembatan tersebut dibangun melalui program strategis TNI dan ditujukan untuk mendukung akses masyarakat di wilayah Desa Margacinta.

(Whisnu M)