Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Imbas Karhutla

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditutup karena terjadi kebakaran hutan yang mengarah ke Kabupaten Ngawi. ANTARA/Louis Rika

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Imbas Karhutla

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 21:53

Magetan: Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu dan Sekitarnya (Ds) menutup sementara jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama. Penutupan jalur akan diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kebakaran di lereng Gunung Lawu sudah terjadi sejak Senin, 14 September 2026. Titik api awal terpantau di petak 50+A RPH Bedagung yang masuk wilayah Kecamatan Panekan, Magetan," kata Mulyadi, Rabu, 16 September 2026, melansir Antara.

Menurut Mulyadi, meski titik api berawal di satu kawasan, pergerakannya sangat dinamis dipicu embusan angin kencang dan vegetasi yang mengering. Kondisi ini dinilai dapat mengancam sejumlah jalur pendakian.

Berdasarkan data Perhutani, luas kawasan hutan yang terdampak karhutla di wilayah Magetan mencapai sekitar sembilan hektare. Saat ini, titik api di Magetan dipastikan sudah padam, namun kobaran api terus menjalar masuk ke kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi.

"Untuk saat ini, api di wilayah Magetan sudah mati dan padam. Namun, api sekarang menjalar ke wilayah Ngawi," tuturnya.

Ilustrasi pendakian Gunung Lawu.

Guna mengantisipasi api dari arah Ngawi berbalik merembet ke Magetan, petugas gabungan terus menyisir sisa bara api sekaligus memperkuat pembuatan ilaran atau sekat bakar di kawasan perbatasan. Posko karhutla di Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan, juga tetap disiagakan untuk memantau situasi.

Penanganan karhutla di lereng Gunung Lawu ini melibatkan kerja sama lintas sektoral, mulai dari unsur Perhutani, BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga masyarakat sekitar.

"Dengan ditutupnya seluruh jalur pendakian, masyarakat maupun calon pendaki diimbau tidak memaksakan diri memasuki kawasan Gunung Lawu sampai kondisi dinyatakan benar-benar aman dan ada pengumuman resmi," pungkas Mulyadi.

(Lukman Diah Sari)