Bendera Uni Emirat Arab. (Anadolu Agency)
Uni Emirat Arab Serukan Kepatuhan Penuh Kesepakatan Damai AS-Iran
Willy Haryono • 15 June 2026 21:14
Abu Dhabi: Uni Emirat Arab (UEA) menyambut kesepakatan damai yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran serta menyerukan kepatuhan penuh perjanjian tersebut untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri UEA dan dilansir Yeni Safak pada Senin, 15 Juni 2026, Abu Dhabi menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pihak terhadap ketentuan yang telah disepakati guna memastikan penghentian permusuhan secara menyeluruh.
UEA juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, hubungan bertetangga yang baik, serta kepatuhan terhadap hukum internasional.
Pemerintah UEA secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan jalur pelayaran internasional, termasuk kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menurut Abu Dhabi, lalu lintas maritim yang aman dan tanpa gangguan di jalur tersebut merupakan faktor penting bagi stabilitas ekonomi dan perdagangan global.
UEA menyerukan agar kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dapat dijamin secara berkelanjutan seiring implementasi kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Apresiasi Upaya Mediasi
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri UEA juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses mediasi hingga tercapainya kesepakatan.Abu Dhabi mendorong kelanjutan dialog dan perundingan untuk memperkuat hasil yang telah dicapai serta memastikan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
UEA kembali menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya diplomatik yang bertujuan memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan melalui dialog serta penyelesaian damai.
Kesepakatan AS-Iran
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.Menurut Trump, kesepakatan tersebut mencakup penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta berakhirnya blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.
Perjanjian tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan dan pasokan energi global.
Baca juga: Indonesia Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran untuk Stabilitas Kawasan