Trump Kritik Taktik 'Tidak Biasa' Tuchel saat Lawan Argentina

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden FIFA Giovanni Infantino. (EFE/EPA/WILL OLIVER)

Trump Kritik Taktik 'Tidak Biasa' Tuchel saat Lawan Argentina

Riza Aslam Khaeron • 18 July 2026 11:01

New York: Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengkritik taktik Thomas Tuchel setelah kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia. Trump menyoroti peran Harry Kane pada babak kedua dalam sebuah acara penerimaan FIFA di Trump Tower, Jumat, 17 Juli 2026.
 
Inggris sebenarnya sempat unggul 1-0 lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55.

Namun, mereka kehilangan inisiatif menyerang dan bermain lebih bertahan setelah Tuchel beralih ke formasi lima bek, bahkan mengakhiri laga dengan enam pemain bertahan di lapangan. Argentina kemudian mencetak dua gol di lima menit terakhir serta babak tambahan, memastikan tiket ke final untuk menghadapi Spanyol pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat.

Dilansir ESPN, Trump, yang pernah bermain golf bersama Kane di West Palm Beach sekitar 18 bulan lalu, menyampaikan opininya terkait kegagalan Inggris tersebut.

"Anda memiliki pemain hebat di Inggris, saya pernah bermain golf dengannya, Anda tahu itu, kan? Harry, yang luar biasa. Saya pikir mereka mungkin membuat kesalahan ketika mereka menjadikannya pemain bertahan," ujar Trump.
 
Baca Juga: Preview Prancis vs Inggris, Gengsi Perebutan Sepatu Emas Mbappe dan Kane

"Apa yang saya tahu tentang sepak bola? Mereka unggul, dan mereka mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di pertahanan. Kita harus sedikit ofensif, kan? Tapi tidak, saya tidak akan menyebutnya. Apa yang saya tahu tentang kepelatihan? Itu (taktik Tuchel) tidak biasa, tapi Harry memang pria yang hebat," tambahnya.
 

Respons Tuchel


Thomas Tuchel. (Instagram/@thomastuchelpage)

Dalam konferensi pers pada Jumat, 17 Juli 2026, Tuchel merespons berbagai kritik terkait taktiknya setelah kekalahan Inggris, termasuk komentar dari Trump. Pelatih asal Jerman tersebut membantah anggapan Kane bermain terlalu mundur pada akhir pertandingan.

"Dalam situasi apa Harry bermain terlalu mundur? Apa maksud Anda? Seperti dalam 30 menit terakhir?" ucap Tuchel.

“Memang itu yang Anda lakukan jika Anda bertahan dalam sebuah blok. Anda bertahan dalam satu blok," tambahnya.

Tuchel juga menekankan peran serupa sudah dijalankan Kane pada beberapa momen di babak pertama.

"Kami menjadi terlalu pasif dalam 30 menit terakhir. Kami tidak bisa menguasai bola, kami tidak bisa menemukan duel lagi. Ini adalah langkah selanjutnya yang ingin kami ambil dan dari sana kami melangkah," pungkas Tuchel.

Kendati menuai kritik, Tuchel tetap mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan diproyeksikan bertahan hingga Euro 2028. Selanjutnya, Inggris dijadwalkan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga di Miami pada Sabtu, 18 Juli 2026 waktu setempat.

(Riza Aslam Khaeron)