Ilustrasi. Foto: Dok Bulog
Bulog Siap Salurkan 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Maret 2027
Eko Nordiansyah • 9 September 2026 11:15
Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan pihaknya menyalurkan tambahan satu juta ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Maret 2027 untuk menjaga ketersediaan bahan pangan itu di masyarakat.
Rizal mengatakan pihaknya sebelumnya mengajukan tambahan sekitar 400 ribu ton beras SPHP untuk alokasi September hingga Desember 2026, karena stok beras SPHP dari kuota yang diberikan 828 ribu ton, yang tersedia di Gudang Bulog tinggal sekitar 80 ribu ton.
"Kebutuhan kami sebenarnya hanya untuk September, Oktober, November, Desember. Tapi arahan dari Pak Menko dan Pak Mentan, kan di bulan Januari, Februari (2027) itu kan belum ada panen. Panen nanti di Maret (2027)," kata Rizal terkonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.
Adapun penambahan alokasi beras SPHP telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) antara Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.
Selain itu dihadiri pula Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dan pihak terkait lainnya di Jakarta.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Mitigasi kebutuhan beras di akhir tahun
Menurut Rizal, tambahan tersebut dapat memasok kebutuhan masyarakat pada September hingga Desember 2026, terutama karena terdapat momentum Natal dan Tahun Baru, yang diproyeksikan akan terjadi peningkatan permintaan."Nah 1 juta ton beras SPHP tambahan ini untuk mitigasi, kan mau akhir tahun. Akhir tahun kan mau Natal, tahun baru juga. Nah, sehingga kebutuhannya banyak. Kami antisipasi dengan menambah beras SPHP tersebut sesuai arahan dari Pak Menko Pangan," beber Rizal.
Bahkan, penyaluran satu juta ton beras SPHP tersebut akan berlangsung hingga awal panen pada Maret 2027 karena Januari dan Februari belum memasuki masa panen.
Bulog memastikan beras SPHP akan disalurkan melalui berbagai jalur distribusi seperti Rumah Pangan Kita, SP2KP, hingga seluruh saluran yang tersedia.
Ahmad Rizal menyebut realisasi penyaluran beras SPHP saat ini telah mencapai 92 persen dari 828 ribu ton dengan sisa sekitar 80 ribu ton.