Pendidikan Khas Kejogjaan Resmi Diterapkan di Seluruh Sekolah DIY Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa. Dokumentasi/Humas Pemerintah DIY

Pendidikan Khas Kejogjaan Resmi Diterapkan di Seluruh Sekolah DIY Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Ahmad Mustaqim • 24 February 2026 13:33

Yogyakarta: Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) ditargetkan mulai diterapkan di seluruh sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun ajaran 2026/2027. Rencana penerapan itu akan dilaksanakan setelah proses uji coba dinyatakan tuntas.

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, mengatakan uji coba PKJ telah dilakukan sejak 2024 lalu. Uji coba tidak hanya dilakukan di sekolah tingkat dasar dan menengah, tetapi juga di perguruan tinggi .

"Memang harus kami akui pelaksanaan PKJ belum di semua sekolah. Kami tentu perlu berhati-hati dan melakukan uji coba. Dan kami diminta untuk segera ada kepyakan atau peresmian untuk dilakukan di semua sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan juga perguruan tinggi," kata Sutrisna di Yogyakarta, Selasa, 24 Februari 2026 .

Sutrisna mengungkapkan hasil evaluasi terhadap uji coba PKJ di 10 sekolah menunjukkan pengaruh yang cukup baik terhadap karakter peserta didik. Pada indikator pengukuran karakter dengan skala 1 sampai 5, nilai rata-rata berada di angka 4,1.

"Artinya ini sudah bagus. Karena itu kami pun merasa sekolah lain perlu untuk melaksanakannya juga," ujar mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.
 


Sutrisna menjelaskan, PKJ merupakan pendidikan tentang nilai-nilai Jogja yang terkait dengan karakter. Perumusan PKJ merupakan tindak lanjut dari pidato Gubernur DIY pada tahun 2019 tentang pendidikan khas kebudayaan. Meski menyandang istilah pendidikan, PKJ bukanlah mata pelajaran baru yang akan ditambahkan. PKJ lebih kepada keilmuan yang disisipkan dalam mata pelajaran yang sudah ada.

"Misalnya masuk dalam pelajaran bahasa Jawa karena mungkin itu yang paling mudah. Tapi banyak juga materi PKJ yang dapat disisipkan pada mata pelajaran lain, misalnya pendidikan agama, di mana filosofi sangkan paraning dumadi tentang asal usul dan tujuan manusia diciptakan. Begitu pula dengan pelajaran bahasa Indonesia atau IPS yang dapat disisipi wacana-wacana Jogja," kata dia.


Sri Sultan Hamengkubuwono X

Untuk tingkat perguruan tinggi, Sutrisna mengatakan PKJ dapat diberikan mulai dari pengenalan kampus. Saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi yang disebut telah melakukannya. Ia berharap ke depan akan semakin banyak penggalian terhadap nilai dan budaya Jogja dari sisi keilmuan.

Sutrisna menegaskan perangkat pembelajaran untuk PKJ telah siap diimplementasikan. "Untuk pelaksanaannya, saat ini buku PKJ maupun media-media pembelajarannya sudah siap. Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis dan akan terus berlanjut kami lakukan," ucapnya.

Arahan penerapan PKJ ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, setelah Dewan Pendidikan DIY bertemu dengan gubernur di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)